Pada masa penjajahan Belanda, masyarakat Mandar termasuk dalam kelompok yang aktif melakukan perlawanan. Aksi mereka memperlihatkan semangat kemandirian dan kecintaan terhadap tanah air yang begitu besar.
Mandar di Masa Kini
Meski modernisasi tak terelakkan, masyarakat Mandar tetap menjaga nilai-nilai leluhur dan budaya mereka. Tradisi seperti Sayyang Pattuqduq kini juga menjadi daya tarik wisata budaya.
Di sisi lain, sektor perikanan dan pelayaran tradisional tetap menjadi penggerak ekonomi masyarakat, sementara generasi muda Mandar mulai mengambil peran penting di berbagai bidang, dari akademisi hingga birokrat.
BACA JUGA:Pabrik Gula Colomadu, Karanganyar, Jawa Tengah: Jejak Manis Sejarah Industri Gula di Nusantara!
BACA JUGA:Sejarah Rumah Residen Bone: Warisan Kolonial di Tanah Bugis!
Suku Mandar adalah cerminan keberagaman dan kekayaan budaya Indonesia.
Dengan warisan maritim yang luar biasa, struktur sosial adat yang kokoh, dan kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan zaman, Mandar terus menjadi bagian penting dalam perjalanan sejarah dan kebudayaan bangsa.