Suku Seram: Menyelami Makna Mendalam di Balik Pakaian Adat Mereka

Rabu 09-04-2025,15:56 WIB
Reporter : Elis
Editor : Almi

Pakaian Wanita

Busana adat perempuan lebih kompleks dan kaya akan hiasan. Mereka mengenakan selendang panjang yang dililitkan pada bagian bawah tubuh serta hiasan mencolok di area pinggang dan dada.

Kain yang digunakan biasanya lembut, dihiasi sulaman tangan dengan motif yang memiliki makna tersendiri.

Sebagai atasan, wanita sering memakai kebaya atau baju berlengan panjang yang dirancang dengan sentuhan khas daerah.

Ornamen tambahan seperti bros dan renda menjadi bagian penting dari busana ini.

BACA JUGA:Menelusuri Sejarah Gedung Harmoni: Jejak Kemewahan Masa Kolonial yang Hilang!

BACA JUGA:Menelusuri Sejarah Rumah Gurita: Misteri Arsitektur dan Legenda Urban di Bandung!

Aksesori Tradisional Suku Seram

Dalam kebudayaan Seram, aksesori bukan sekadar pelengkap busana. Ia juga menjadi lambang status, usia, dan nilai-nilai budaya yang dijunjung tinggi.

Kalung dan Gelang

Wanita Seram biasanya mengenakan kalung dan gelang yang terbuat dari bahan alam, seperti kayu, kerang, batu, dan manik-manik berwarna cerah.

Selain fungsi estetika, perhiasan ini juga mencerminkan kedudukan sosial seseorang dalam masyarakat.

Tanjak dan Topi

Bagi pria, tanjak atau penutup kepala tradisional menjadi elemen penting dalam pakaian adat.

BACA JUGA:Sejarah Rumah Residen Bone: Warisan Kolonial di Tanah Bugis!

BACA JUGA:Sejarah Penjara Kalisosok: Saksi Bisu Perjuangan dan Penindasan di Surabaya!

Kategori :