Sejarah Penjara Kalisosok: Saksi Bisu Perjuangan dan Penindasan di Surabaya!
Sejarah Penjara Kalisosok: Saksi Bisu Perjuangan dan Penindasan di Surabaya!-net: foto-
PAGARALAMPOS.COM - Di tengah kota Surabaya yang kini tumbuh sebagai kota modern dan dinamis, berdiri sebuah bangunan tua yang menyimpan banyak kisah kelam dan heroik dalam perjalanan sejarah Indonesia.
Bangunan itu adalah Penjara Kalisosok, sebuah penjara peninggalan era kolonial Belanda yang telah menjadi saksi bisu penderitaan rakyat, perjuangan para pejuang kemerdekaan, serta dinamika sosial-politik selama hampir dua abad.
Awal Pembangunan dan Fungsi Kolonial
Penjara Kalisosok dibangun oleh pemerintah kolonial Belanda pada awal abad ke-19, tepatnya sekitar tahun 1808.
BACA JUGA:Sejarah Gunung Mahawu: Keindahan Alam dan Jejak Vulkanik Minahasa!
Letaknya yang strategis, dekat dengan pelabuhan Tanjung Perak dan pusat pemerintahan kolonial, menjadikannya sebagai salah satu fasilitas penting dalam sistem hukum kolonial Hindia Belanda.
Penjara ini awalnya dibangun untuk menampung para narapidana sipil dan kriminal, namun seiring berkembangnya zaman dan meningkatnya perlawanan terhadap penjajahan, Kalisosok juga digunakan sebagai tempat penahanan para tokoh pergerakan nasional yang dianggap membahayakan pemerintahan kolonial.
Bangunannya kokoh, berciri khas arsitektur kolonial, dengan tembok tinggi dan tebal, sel-sel sempit tanpa ventilasi memadai, dan lorong-lorong panjang yang dingin serta gelap.
Struktur ini dirancang bukan hanya untuk menahan secara fisik, tetapi juga menekan secara psikologis.
BACA JUGA:Sejarah Monumen Korban 40.000 Jiwa: Penghormatan bagi Para Pejuang di Palembang!
Penjara Pejuang Kemerdekaan
Salah satu hal yang membuat Penjara Kalisosok begitu terkenal adalah karena tempat ini pernah menjadi rumah tahanan bagi sejumlah tokoh nasional, termasuk Ir. Soekarno, presiden pertama Republik Indonesia.
Soekarno dipenjara di sini pada tahun 1927, ketika ia ditangkap oleh pemerintah Belanda karena aktivitas politiknya melalui Partai Nasional Indonesia (PNI).
Di balik jeruji Penjara Kalisosok, Soekarno tetap berjuang melalui tulisan dan pemikiran yang membangkitkan semangat rakyat.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
