Di tahun 1891, bangunan benteng ini kembali direnovasi dengan dibubuhi beberapa bangunan lagi, mirip sangkar kuda buat pasukan kavaleri kota.
Saat Indonesia merdeka di tahun 1945, bangunan benteng dipergunakan menjadi markas Tentara Nasional Indonesia (TNI).
2. Benteng Vastenburg menjadi Cagar Budaya
Pada tahun 1970-an hingga 1980-an, Benteng Vastenburg berubah manfaatnya menjadi markas pusat Brigade Infanteri 6/ Trisakti Baladaya Kostrad untuk wilayah Karesidenan Surakarta serta sekitarnya.
Memasuki tahun 2000-an, bangunan benteng ini sempat terbengkalai karena terjadi sengketa dan konflik kepemilikan antara pihak swasta dengan pemerintah.
Untung saja, kepemilikan dikembalikan lagi ke pemerintah setempat serta pertarungan tersebut mampu terselesaikan dengan baik. di tahun 2010, bangunan ini akhirnya ditetapkan sebagai Situs Cagar Budaya.
Hanya saja dampak berasal konkurensi tadi, bangunan benteng sempat terbengkalai. pada tahun 2014, terjadi restorasi dan perbaikan terhadap benteng ini sebagai akibatnya tampilannya menjadi lebih cantik.
Sejak di restorasi, Benteng Vastenburg menjadi lebih populer dan banyak dikunjungi oleh para wisatawan.
Arsitekur Benteng Vastenburg
Jika ditinjau berasal segi arsitekturnya, bangunan Benteng Vastenburg terlihat sangat megah serta kokoh berasal luarnya.
Tipikal benteng ala kolonial Belanda yang jua mampu kita temukan pada kota-kota Indonesia lainnya, mirip Benteng Vredeburg yang ada di Yogyakarta.
Bangunan depan benteng ini mempunyai tinggi hingga mencapai 7-8 meter dengan tembok dengan tinggi 6 meter berbentuk bujur kandang yang mengelilinginya.
Ada gerbang primer berbahan besi dengan 2 arca yang diletakkan di samping pilar-pilarnya. Sedangkan di bagian atasnya ada lima jendela berbahan kayu menggunakan desain ala Eropa.