Sejarah Reog Ponorogo: Ternyatah Memiliki Makna Simbolis yang Tersembunyi!

Selasa 04-03-2025,13:50 WIB
Reporter : Lia
Editor : Almi

Simbol perdamaian, yaitu penyelesaian yang indah dari permasalahan antara Raja Kelana Suwandana asal Bantarangin dan  Raja Singobarong asal Kediri.

Simbol perlawanan terhadap kezaliman, yaitu perlawanan Ki Ageng Kutu terhadap kezaliman Raja Bhre Kertabumi asal Majapahit.

Simbol perjuangan, yaitu dengan diteruskannya pementasan reog sehabis Ki Ageng Kutu dihukum meski wajib  melakukan beberapa penyesuaian.

BACA JUGA:Sejarah Singkat Rumah Adat Aceh: Memiliki Keunikan dan Makna dalam Arsitekturnya!

Simbol semangat, yang ditandai menggunakan gerakan-gerakan yg proaktif serta dinamis.

Simbol penghargaan, yaitu penghargaan terhadap seni serta budaya nenek moyang sebagai akibatnya masih dipertahankan sampai kini  , bahkan sedang diusahakan buat diakui UNESCO.

Pertunjukan Reog Ponorogo

Secara awam pertunjukan reog Ponorogo dibagi menjadi 3 babak, yaitu pembukaan, inti, serta penutup.

BACA JUGA:Menjelajahi Keindahan Gunung Ciwidey: Perpaduan Sejarah dan Pesona Alam yang Memikat

Babak pembukaan terdiri berasal tiga tarian, yaitu tarian Warok, Jatilan, dan  Bujang Ganong. sehabis itu, ditampilkan tarian inti yg disebut Klana Sewandono. Pertunjukan ini ditutup menggunakan Barongan.

Secara detail, berikut artinya para penari atau penampil pada pertunjukan reog Ponorogo, yg dikutip asal halaman Indonesia Baik.

Reog Ponorogo: Sejarah serta Makna Simbolis pada Baliknya

1. Warok

BACA JUGA:Sejarah Singkat Pekan Raya Jakarta: Kisah di Balik Fakta Unik di Pekan Raya Jakarta!

Warok digambarkan sebagai lakipria berbadan kekar, galak, serta sakti. Bahkan di kehidupan konkret, warok dihormati oleh masyarakat.

Properti primer warok pada pertunjukan reog ialah pecut atau cambuk. Pecut ini jua digunakan buat mengendalikan jalannya pertunjukan ketika tarian makin agresif.

Kategori :