Sejarah Reog Ponorogo: Ternyatah Memiliki Makna Simbolis yang Tersembunyi!

Selasa 04-03-2025,13:50 WIB
Reporter : Lia
Editor : Almi

Dalam acara pernikahan Raja Kelana Suwandana dan  Putri Sanggalangit, dipersembahkan tarian perang-perangan antara warok, burung merak serta singa yg dinamakan reog.

Meski telah tidak bertempur, namun ilmu hitam permanen dipergunakan sebagai akibatnya selalu terdapat yg kesurupan.

2. Penyebaran Reog Ponorogo

Di abad ke-15, reog digunakan oleh Ki Ageng Kutu atau Ki Ageng Suryongalam sebagai indera buat melawan rajanya sendiri yang korup, yaitu Raja Bre Kertabumi dari Kerajaan Majapahit.

BACA JUGA:Pesona Situs Megalitik Terbesar Nusantara: Warisan Bersejarah Dekat Bondowoso

Awalnya Ki Ageng Kutu mendirikan perguruan pencak silat. namun karena dihancurkan raja, maka reog digunakan  buat menyindir dan  memprovokasi raja.

Pada reog versi Ki Ageng Kutu ini, Raja Kertabumi disimbolkan menggunakan singa barong dengan hiasan bulu-bulu merak yg melambangkan kekuatan yg membabi-buta.

Terdapat penari jatilan atau gemblak yang ialah representasi pasukan kerajaan. Sedangkan Ki Ageng Kutu dilambangkan menggunakan warok yg mengenakan topeng badut merah.

Akhirnya Ki Ageng Kutu ditangkap dan  dieksekusi. namun pengikutnya tetap meneruskan pertunjukan menggunakan menambahkan beberapa cerita masyarakat.

BACA JUGA:Sejarah Rumah Adat Bangka Belitung: Keunikan dan Pesona Rumah Adat, Menjaga Tradisi Lewat Bangunan!

3. Versi Lain

Terdapat versi yang menyebutkan bahwa reog ialah kreasi Ki Ageng Suryongalam sendiri. Kesenian ini dibawa asal Bali menggunakan nama awal Barongan sebagai akibatnya mirip dengan barongan yang terdapat pada Bali.

Makna Simbolis Reog Ponorogo

Ragam Tarian Jawa Timur Reog Ponorogo

BACA JUGA:Pesona Situs Megalitik Terbesar Nusantara: Warisan Bersejarah Dekat Bondowoso

Para penggiat seni serta masyarakat memaknai reog Ponorogo dari aneka macam sudut pandang, diantaranya menjadi berikut:

Kategori :