Gelar ini diberikan kepada pemimpin adat yang bertanggung jawab untuk menjaga dan menegakkan adat istiadat suatu suku.
Mereka seringkali dipilih berdasarkan kemampuan, pengalaman, dan prestasi dalam bidang adat.
Contoh gelar ini adalah Bujang untuk Suku Dayak Kenyah, Penghulu untuk Suku Dayak Iban, dan Mantir untuk Suku Dayak Maanyan.
BACA JUGA:Eksplorasi Zaman Megalitikum, Mengungkap Sejarah Peradaban Kuno
BACA JUGA:Membuka Sejarah Candi Prambanan, Teryata ada Kisah Bandung Bondowoso dan Roro Jonggrang
Gelar atau Pangkat Kepala Kampung
Gelar ini diberikan kepada pemimpin kampung atau desa yang berada di bawah naungan suatu suku.
Mereka biasanya dipilih berdasarkan pilihan atau kesepakatan masyarakat kampung.
Contoh gelar ini adalah Kepala Lurah untuk Suku Dayak Ngaju, Tuai Rumah untuk Suku Dayak Iban, dan Kepala Long untuk Suku Dayak Kenyah.
Gelar atau Pangkat Kepala Keluarga
Gelar ini diberikan kepada pemimpin keluarga atau rumah tangga yang berada di bawah naungan suatu kampung.
BACA JUGA:Sejarah Mesopotamia Kuno, Ketika Pendidikan Hanya Untuk Kaum Elite
BACA JUGA:Eksplorasi Zaman Megalitikum, Mengungkap Sejarah Peradaban Kuno
Gelar ini seringkali didasarkan pada hubungan darah atau perkawinan.
Contoh gelar ini adalah Bapak atau Ibu untuk Suku Dayak Ngaju, Apai atau Indai untuk Suku Dayak Iban, dan Amaq atau Inaq untuk Suku Dayak Maanyan.
Gelar atau Pangkat Kepala Ritual