Menelusuri Sejarah Bukit Gundaling: Pesona Alam dan Jejak Kolonial di Tanah Karo!
Menelusuri Sejarah Bukit Gundaling: Pesona Alam dan Jejak Kolonial di Tanah Karo!-net:foto-
PAGARALAMPOS.COM - Bukit Gundaling adalah salah satu destinasi wisata terkenal di Sumatera Utara, tepatnya di Kota Berastagi, Kabupaten Karo.
Terletak di ketinggian sekitar 1.575 meter di atas permukaan laut, bukit ini menawarkan panorama indah Gunung Sibayak dan Gunung Sinabung, serta udara sejuk yang menyegarkan.
Asal-Usul Nama Gundaling
Menurut legenda setempat, nama ini berasal dari kisah seorang prajurit bernama Gunda yang jatuh cinta pada seorang gadis dari desa. Karena perbedaan latar belakang, kisah cinta mereka berakhir tragis.
Sang prajurit kemudian mendaki bukit dan menghilang secara misterius. Nama Gunda lantas diabadikan menjadi Gundaling, sebagai bentuk kenangan atas kisah cinta tersebut.
Namun, dari sisi sejarah kolonial, beberapa peneliti menduga bahwa nama Gundaling berasal dari penyebutan lidah Belanda terhadap nama lokal yang kemudian disesuaikan dengan pelafalan mereka.
Meski tidak ada bukti tertulis resmi, kisah-kisah rakyat dan penamaan kolonial sering menjadi satu kesatuan dalam penamaan geografis masa lampau.
Masa Kolonial Belanda dan Perkembangan Awal
Pada masa penjajahan Belanda, daerah Karo dikenal sebagai wilayah dengan tanah subur dan udara sejuk.
Bangsa Belanda membangun berbagai fasilitas seperti rumah peristirahatan dan jalur kuda untuk menikmati pemandangan alam pegunungan.
Dari puncak bukit, para pejabat Belanda dapat memantau aktivitas vulkanik Gunung Sinabung dan Gunung Sibayak, dua gunung aktif yang mengelilingi kawasan ini.
Peran Gundaling dalam Perjalanan Wisata Berastagi
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
