Mengungkap Kenaikan Kekayaan Bos Pajak, Sri Mulyani Menyoroti Lonjakan Harta Suryo Utomo

Mengungkap Kenaikan Kekayaan Bos Pajak, Sri Mulyani Menyoroti Lonjakan Harta Suryo Utomo

Mengungkap Kenaikan Kekayaan Bos Pajak, Sri Mulyani Menyoroti Lonjakan Harta Suryo Utomo--

PAGARALAMPOS.COM - Dalam beberapa waktu terakhir, sorotan publik terhadap perilaku petugas Bea Cukai telah menjadi topik hangat di media sosial.

Banyak warganet yang menyuarakan ketidakpuasan terhadap kebijakan pembayaran pajak yang dinilai semena-mena.

Di samping itu, Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, baru-baru ini mengungkapkan kenaikan yang signifikan dalam kekayaan bos pajak, khususnya Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, Suryo Utomo.

Menurut Sri Mulyani, peningkatan drastis dalam harta kekayaan Suryo Utomo terkait dengan kenaikan harga aset yang dimilikinya.

BACA JUGA:Luar Biasa DiLakukan Prajurit TNI di Papua, Salurkan Bantuan Pakaian dan Ciptakan Keamanan Diperbatasan

Sri Mulyani mengklarifikasi bahwa hal ini terungkap setelah melakukan pembicaraan langsung dengan Suryo Utomo.

"Saya tanya sama Pak Suryo kenaikan hartanya karena apa? Ternyata karena harga tanah, harga rumah, harga pasar, dan harga lain-lain. Jadi jangan tiba-tiba dianggap seolah-olah itu korupsi," ungkap Sri Mulyani.

Teguran Sri Mulyani terhadap Kepatuhan Etika ASN

Mengikuti pengungkapan tersebut, Sri Mulyani menegaskan pentingnya transparansi dan akuntabilitas, terutama dalam konteks kepemilikan aset para pejabat publik.

BACA JUGA:Kapal MT. Gebang Terbakar, Begini Aksi Cepat Prajurit TNI AL Bantu Padamkan Kobaran Api

Beliau menekankan bahwa Suryo Utomo harus segera memberikan penjelasan yang jelas terkait dengan lonjakan kekayaannya kepada publik.

Sri Mulyani menggarisbawahi bahwa menjaga citra dan kepercayaan publik sangatlah vital, terutama dalam era di mana akses informasi sangat mudah melalui media sosial.

Selain itu, Sri Mulyani juga menyoroti pentingnya menjaga integritas dan etika pegawai negeri sipil (PNS), khususnya mereka yang bertanggung jawab atas pengelolaan keuangan negara.

"Asas kepatutan dan kepantasan yang ditunjukkan oleh ASN harus dipegang kuat dan bukan merupakan sesuatu yang berlebihan, karena masyarakat selalu memperhatikan tingkah laku pegawai negeri sipil, khususnya yang pegawai Kemenkeu yang bertugas mengelola uang negara," jelas Sri Mulyani.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: