Ada 10 WNI Jadi Tentara Bayaran Ukraina, Begini Respon Lulu M Igbal, Jubir Kemenlu Ri

Ada 10 WNI Jadi Tentara Bayaran Ukraina, Begini Respon Lulu M Igbal, Jubir Kemenlu Ri

Foto : Lulu M Iqbal, Jubir Kemenlu RI-Ada 10 WNI Jadi Tentara Bayaran Ukraina, Begini Respon Lulu M Igbal, Jubir Kemenlu Ri-Anatara news

JAKARTA, PAGARALAMPOS.COMRusia mengklaim ada 4 dari 10 warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi tentara bayaran Ukraina dan tewas saat perang sejak Februari 2022. Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) merespons klaim tersebut.

"Informasi tersebut perlu didalami lebih lanjut," kata Juru Bicara Kemlu RI, Lalu Muhammad Iqbal, saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (15/3/2024).

Mengutip BBC Indonesia, Kementerian Pertahanan Rusia telah merilis data jumlah 'tentara bayaran asing' yang berperang untuk Ukraina sejak Februari 2022.

BACA JUGA:Diperkira Berusia 1,4 Juta Tahun! Arkeolog Temukan Bukti Manusia Purba di Ukraina

Dalam data tersebut, yang juga dirilis Kedutaan Besar Rusia di Jakarta, ada 10 warga negara Indonesia yang dinyatakan telah bergabung dengan militer Ukraina dan empat di antara mereka telah tewas 'dihabisi' Rusia.

Lalu M Iqbal menyebut data-data yang diungkapkan perlu ditanyakan ulang kepada Rusia.

"Silakan bertanya kepada Rusia mengenai data yang mereka miliki," kata Iqbal.

Berdasarkan data yang diungkapkan Rusia, sedikitnya 13.387 'tentara bayaran' telah bertolak ke Ukraina untuk bertempur demi Kyiv. Dari jumlah itu, sebanyak 5.962 di antaranya dikonfirmasi telah tewas dibunuh.

BACA JUGA:Rusia Disebut Turun Peringkat Sebagai Eksportir Senjata Global

Rusia mengklaim Polandia merupakan negara dengan jumlah 'tentara bayaran' terbesar, yaitu 2.960 orang. Lebih dari separuhnya, 1.497 orang, tewas dalam pertempuran.

Amerika Serikat adalah negara pengirim prajurit asing terbesar kedua, yakni 1.113 orang. Setidaknya 491 orang di antaranya telah tewas, menurut perkiraan militer Rusia, yang dikutip media Russia Today.

BACA JUGA:Selain Iran, Rusia Upgrade BTR-50 Yang Dipersenjatai Kanon Kaliber 30mm

Sementara itu, Duta Besar Ukraina untuk Indonesia, Vasyl Ivanovich Hamianin, meminta para wartawan bertanya kepada pihak Rusia soal fakta dan bukti dari data tersebut.

"Orang-orang Rusia membuka mulut hanya untuk melontarkan kebohongan. Dasar para pembohong," sebutnya. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: