Kuwait Kirim MBT M-84AB Ke Ukraina, Begini Ketamgguhan Tank Penguasa Gurun

Kuwait Kirim MBT M-84AB Ke Ukraina, Begini Ketamgguhan Tank Penguasa  Gurun

Lewat negossiasi, pada akhirnya lebih dari 250 perusahaan yang tersebar di Republik Yugoslavia menyumbangkan komponen, dan perakitan akhir dilakukan di pabrik Djuro Djakovic di Slavonski Brod, Kroasia.

Sebuah prototipe kendaraan T-72MJ selesai pada tahun 1983 diikuti oleh 10 kendaraan pra-produksi dan produksi massal dilakukan pada tahun 1985.

BACA JUGA:Jenius, Ditangan Milirer Ukraina, Drone Pertanian DJI Agras T30 Untuk Bertempur, Dibekali Roket Anti Tank

Seri pertama dari 370 tank M-84 memiliki sebagian besar karakteristik dasar yang sama dengan tank ekspor T-72M: tank low-profile (tinggi 2,18 meter) dengan awak tiga orang, mesin diesel V46-6 berkekuatan 760 tenaga kuda.

MBT ini dibekali meriam 2A46 125-milimeter yang kuat dengan sokongan autoloader bergaya carousel berputar dengan 20 peluru dan 22 cadangan lagi di kompartemen kru.

Pada turret didukung oleh senapan mesin koaksial, serta pelepas granat asap 12 tembakan. Meskipun lambung M-84 menggunakan material komposit untuk meningkatkan perlindungan, turretnya terbuat dari baja tuang murni.

Namun, M-84 berbeda dari aslinya (T-72), yang mana M-84 telah dibekali peningkatan sensor dan sistem pengendalian tembakan yang dikembangkan dalam negeri.

BACA JUGA:RPG-75 – Roket Anti Tank Disposable Ceko, Ada Peluang Digunakan Satuan TNI

Penglihatan DNNS-2 milik gunner memiliki pembesaran 7x siang hari dan pembesaran 8,5x penglihatan malam, dan komandan memiliki penglihatan malam independen yang juga dapat menggunakan senjata utama.

Sementara itu, komputer pengendali penembakan M-84 dilengkapi dengan fitur-fitur canggih pada masanya, seperti sensor meteorologi untuk memperhitungkan kecepatan angin dan kelembapan, dan komputer yang dirancang untuk memperhitungkan pergerakan tank dan targetnya.

Battle Proven

Sayangnya hanya beberapa unit M-84A yang tiba ketika Irak menginvasi dan menyerbu Kuwait dalam dua hari. Namun, pasukan Kuwait di pengasingan tetap menerima puluhan M-84 yang tersisa.

BACA JUGA:RPG-75 – Roket Anti Tank Disposable Ceko, Ada Peluang Digunakan Satuan TNI

Pasukan ini melengkapi Brigade Shahid (“Martir”) ke-35 Kuwait, yang terkenal mempertahankan garis pertahanan melawan tank-tank Irak dalam “Pertempuran Jembatan” sebelum mundur melewati perbatasan Saudi.

Prajurit Pasukan ke-35 dilatih untuk mengoperasikan M-84 oleh pasukan khusus AS, serta pelatih Yugoslavia, dan bertempur bersama pasukan AS dan Saudi yang membebaskan Kuwait pada Perang Teluk Persia di tahun 1991. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: