Kunjungi Kampung Pancasila, Ini Pesan Danpusterad Kepada Pangdam dan Dandim

Kunjungi Kampung Pancasila, Ini Pesan Danpusterad Kepada Pangdam dan Dandim

NTB, PAGARALAMPOS.COM - Kunjungan Kerja (Kunker) Komandan Pusat Teritorial Angkatan Darat (Danpusterad) Letnan Jendral (Letjen) TNI Teguh Muji Angkasa SE MM, di wilayah Komando Distrik Militer (Kodim) 1606 Mataram di sambut oleh Dandim 1606 Kota Mataram Kolonel Arm Arif Rahman. SSos MM.

Kumker Danpusterad, juga dihadiri Walikota Mataram H. Mohan Roliskana SSos MH,  Kepala Museum Negeri Nusa Tenggara Barat (NTB) Ahmad Nuralam SH MH, di Aula Museum Negeri, Kota Mataram, Jl. Panji Tilar Negara No.6, Kelurahan Taman Sari, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram, Kamis (25/5/2023).

Dalam sambutannya Danpusterad Letnan Jendral TNI Teguh Muji Angkasa SE MM mengatakan, tujuan Kunkernya ke wilayah teritorial Kodim 1606 Mataram yakni untuk mengenalkan satuan teritorial.

Sebagai satuan yang memiliki fungsi utama dalam pembinaan wilayah dengan mampu memberdayakan potensi wilayah untuk dimanfaatkan dan digunakan seutuhnya sebagai pertahanan negara.

BACA JUGA:Unik, Museum Kontainer Kodim 0502/JU Pecahkan Rekor MURI

“Potensi wilayah itu diantaranya ada tiga yakni, sumber daya manusia, sumber daya buatan dan sumber daya alam," ucapnya.

Maka dari iru, tugasnya Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam), Komandan Komando Daerah Militer (Danrem) dan Dandim di antaranya itu dengan berbagai metode teritorial yang sudah disampaikan guna terus melaksanakan Komunikasi Sosial (Komsos).

Dengan melaksanakan pembinaan ketahanan wilayah ada juga pemberdayaan potensi wilayah.

Danpusterad juga menambahkan, kami minta kepada Dandim 1606 Mataram dimana menaungi tiga wilayah teritorial yakni Lombok Barat, Lombok Utara dan Kota Mataram.

BACA JUGA:Parah, Diduga Dicekoki Narkoba Dulu Baru Digilir 10 Pria Bareng Oknum Perwira Brimob

Agar mampu berkoordinasi dengan kepala daerah yang ada di wilayah tersebut untuk terus berupaya melakukan pemberdayaan potensi wilayah.

Dandim orientasinya adalah bagaimana wilayah tersebut mampu mengembangkan potensi yang ada untuk diberdayakan sebagai kekuatan pertahanan dengan metode Komsos.

"Caranya dengan beranjangsana dalam berkomunikasi baik bersama unsur pemerintahan juga dengan tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta tokoh pemuda dan lain-lain." jelas Danpusterad. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: