Menkes Umumkan Penambahan Kasus COVID-19 Varian Kraken di Indonesia

Menkes Umumkan Penambahan Kasus COVID-19 Varian Kraken di Indonesia

Menkes Umumkan Penambahan Kasus COVID-19 Varian Kraken di Indonesia -Foto: Ist-

PAGARALAMPOS.COM - Kasus Covid-19 di Indonesia kembali dilaporkan mengalami peningkatan. Hal ini seiring dengan temuan subvarian Omicron XBB. 

Vaksinasi akan kembali diperkuat untuk mengantisipasi lonjakan.

Kementerian Kesehatan melaporkan adanya penambahan kasus COVID-19 varian kraken di Indonesia. Kementerian Kesehatan RI mengumumkan penambahan tersebut menjadi 6 kasus.

Juru Bicara Kementerian Kesehatan dr. Mohammad Syahril menjelaskan dari total 6 pasien tersebut, dua pasien di antaranya satu berasal dari PPLN negara Polandia dan kedua setelah pulang umroh.

BACA JUGA:Kemnaker Percepat Sinergitas, Wujudkan Indonesia Emas 2045

Adapun 4 pasien lainnya yakni satu pasien perempuan berusia 46 tahun, sudah melakukan vaksinasi booster kemudian tidak bisa dilanjutkan penyelidikan epidemiologi karena yang bersangkutan tidak tinggal di alamat yang diberikan. Terkait hal itu sudah dikomunikasikan ke pengurus desa setempat dan pasien saat ini sudah dinyatakan sembuh.

Kedua pasien seorang perempuan berusia 22 tahun, status vaksinasinya sudah melakukan booster lebih dari 6 bulan. Gejalanya ringan tanpa komorbid, saat ini sudah selesai melaksanakan isolasi mandiri dan dinyatakan sembuh.

Ketiga pasien laki-laki berusia 47 tahun dan pasien keempat perempuan berusia 37 tahun. Keduanya saat ini sedang proses penyelidikan epidemiologi.

''Sejak Desember 2022 kita ada satu pasien, Januari tambah 5 pasien jadi total saat ini ada 6 pasien. Gejala pada pasien ini 4 di antaranya tidak bergejala dan dua pasien dengan gejala ringan,'' ujar dr. Syahril pada Konferensi Pers, Senin (20/2) di Jakarta.

BACA JUGA:Menteri SDM Malaysia Kunjungi Kemnaker RI, Bahas Penyelesaian Berbagai Permasalahan PMI

Kementerian Kesehatan juga mencatat adanya konfirmasi 14 kasus varian omicron sub varian CH.1.1 atau varian orthrus di Indonesia.

''Kasus pertama dilaporkan pada 11 oktober 2022, hingga saat ini tercatat ada 14 kasus varian orthrus di Indonesia,'' jelas Juru Bicara Kementerian Kesehatan, dr. M. Syahril.

Dari konfirmasi 14 kasus, kasus pertama ditemukan pada bulan Oktober 2022. Sepuluh kasus berasal dari Provinsi DKI Jakarta, sementara empat kasus lainnya berasal dari provinsi Lampung, Riau, dan Jawa Barat.

Pada tatanan global, Orthrus dilaporkan pertama kali di India pada Juli 2022. Hingga 18 Januari sudah dilaporkan sebanyak lebih dari 12 ribu kasus di 66 negara, dengan kasus terbanyak di Inggris, Denmark, Singapura, dan Selandia Baru.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: