Nusron Wahid Tekankan Kepemimpinan yang Memanusiakan Manusia
Nusron Wahid Tekankan Kepemimpinan yang Memanusiakan Manusia-foto : net-
Kalau tidak bermanfaat, tidak mungkin bisa bertahan. Itu kata kuncinya,” tuturnya.
Lebih lanjut, Menteri Nusron menekankan bahwa prinsip kebermanfaatan dan kemudahan bagi rakyat harus menjadi dasar dalam setiap kebijakan pemerintah.
Menurutnya, tugas pemimpin bukan mempersulit urusan masyarakat, melainkan menghadirkan solusi dan kemudahan dalam pelayanan publik.
Ia juga mengaitkan hal tersebut dengan nilai moral dalam kepemimpinan yang diajarkan dalam pesan-pesan keagamaan.
BACA JUGA:Sekjen ATR/BPN Dorong Kolaborasi Aktif Sukseskan ILASPP
Menurutnya, pemimpin yang mempersulit rakyat akan menghadapi kesulitan, sedangkan mereka yang mempermudah dan mengangkat harkat masyarakat akan mendapatkan kemuliaan.
Dalam forum tersebut, Nusron turut mengajak mahasiswa untuk tidak hanya aktif mengkritik kebijakan pemerintah, tetapi juga memahami tujuan kritik yang disampaikan.
Ia menilai, kritik merupakan bagian penting dari demokrasi dan menjadi tanggung jawab mahasiswa sebagai agen perubahan.
Namun, kritik harus dibangun dengan niat memperbaiki keadaan, bukan sekadar mencaci tanpa arah yang jelas.
“Jangan hanya setiap kebijakan dikritik dan dicaci maki. Kritik itu saya setuju karena berkritik adalah kewajiban mahasiswa.
BACA JUGA:ATR/BPN Terapkan Antrean Terjadwal, Pengukuran Tanah Dipercepat
Kamu jangan jadi aktivis kalau tidak bisa mengkritik. Tapi sekali lagi, sengsara kalau mengkritik tidak tahu apa tujuan kritiknya untuk negeri,” tegasnya.
Acara bertema “Mencetak Negarawan, Membangun Peradaban” tersebut juga menghadirkan Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, yang akrab disapa Mas Dar, sebagai penggagas kegiatan.
Diskusi dipandu langsung oleh Arie Putra dan Budi Adiputro, serta diikuti mahasiswa dari berbagai kampus yang antusias menyampaikan pertanyaan seputar kepemimpinan, politik, hingga pembangunan nasional.
Kegiatan ini menjadi ruang dialog antara pemimpin pemerintahan dengan generasi muda untuk memperkuat semangat kebangsaan dan mendorong lahirnya calon pemimpin masa depan yang berintegritas.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
