Angka Kemiskinan Sumsel Turun ke Satu Digit
Foto : Gubernur Sumsel H Herman Deru saat pers konfrence dengan awal media.--ist
Ia engenang pada 2015 angka kemiskinan Sumsel sempat mencapai 14,25 persen, kemudian turun menjadi 12,80 persen pada awal kepemimpinannya di 2018, hingga akhirnya mencapai 9,85 persen pada September 2025.
Meski demikian, Herman Deru mengingatkan seluruh pihak agar tidak lengah. Ia menekankan pentingnya menjaga komitmen bersama, salah satunya dengan menyukseskan Sensus Ekonomi Tahun 2026 yang membutuhkan keterlibatan aktif seluruh penyelenggara pemerintahan dan masyarakat.
“Kita boleh bangga, tetapi tidak boleh lalai. Data yang akurat menjadi kunci kebijakan yang tepat. Selama ini kita bisa melangkah tanpa keraguan karena memiliki data yang benar,” tegasnya.
Di akhir arahannya, Gubernur Herman Deru menyampaikan apresiasi kepada BPS RI dan BPS Sumsel atas kerja keras serta kontribusinya. Ia berharap capaian ini menjadi kabar baik bagi masyarakat Sumsel sebagai bukti bahwa upaya pemerintah mulai membuahkan hasil nyata.
Sementara itu, Kepala BPS Sumsel Moh. Wahyu Yulianto menjelaskan empat Berita Resmi Statistik yang dirilis meliputi kondisi ketenagakerjaan Provinsi Sumsel, tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk, pertumbuhan ekonomi, dan profil kemiskinan.
Persentase penduduk miskin pada September 2025 sebesar 9,85 persen, menurun 0,30 persen poin dibandingkan Maret 2025. Jumlah penduduk miskin pada September 2025 tercatat 898,24 ribu orang, turun 21,4 ribu orang dibandingkan Maret 2025.
BACA JUGA:Gubernur Paparkan Proyek Strategis Pelabuhan Tanjung Carat Dihadapan DPD PDIP Sumsel
BACA JUGA:Pengiriman Kelima, Gubernur - Pangdam Salurkan Bantuan Korban Bencana Alam Sumatera
Persentase penduduk miskin di wilayah perkotaan pada September 2025 sebesar 8,91 persen, turun 0,19 persen poin dari Maret 2025. Sementara di wilayah perdesaan sebesar 10,43 persen atau turun 0,36 persen poin dari Maret 2025.
Perekonomian Provinsi Sumatera Selatan tahun 2025 yang dihitung berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp720,21 triliun, dengan PDRB per kapita sebesar Rp 80,66 juta.
Ekonomi Sumsel tahun 2025 tumbuh sebesar 5,35 persen. Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi terjadi pada lapangan usaha penyediaan akomodasi dan makan minum sebesar 9,66 persen.
Sementara dari sisi pengeluaran, pertumbuhan terutama didorong oleh komponen Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (PK-RT) yang tumbuh sebesar 4,91 persen.
“Sejak pandemi Covid-19 pada 2020, kita selalu menunjukkan tren positif. Dari seluruh kategori, semuanya tumbuh dan paling tinggi ada di sektor akomodasi. Pertumbuhan ekonomi Sumsel juga sangat ditopang sektor pertambangan, industri pengolahan, dan perdagangan,” jelasnya.
Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penandatanganan komitmen bersama seluruh bupati dan wali kota se-Sumsel untuk menyukseskan Sensus Ekonomi 2026.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
