Pemkot PGA

Mencicipi Akulturasi Belanda-Manado Lewat Klappertaart

Mencicipi Akulturasi Belanda-Manado Lewat Klappertaart

Mencicipi Akulturasi Belanda-Manado Lewat Klappertaart--Net

Namanya diambil dari perpaduan bahasa Belanda, klapper, yang berarti kelapa, dan taart yang berarti kue.

Jadi, klappertaart adalah kue kelapa yang sangat menggoda dengan aroma dan rasa yang tak tertandingi.

BACA JUGA:Rahasia Putri Salju Terungkap! Kue Lembut Ini Bikin Ketagihan di Setiap Gigitan!

BACA JUGA:Cara Membuat Kue Mega Mendung, Kombinasi Manis dan Gurih yang Memikat

Ada kisah menarik tentang bagaimana produksi kelapa yang melimpah di Manado menginspirasi wanita Belanda di masa lalu.

Dengan kreativitas tinggi, mereka menciptakan hidangan khusus berbahan kelapa muda yang diramu dengan resep kue mereka sendiri.

Pada awalnya, klappertaart adalah makanan yang hanya disajikan untuk kalangan kelas atas Belanda dalam acara-acara tertentu.

Keistimewaan ini disebabkan oleh bahan-bahan untuk membuat klappertaart yang mahal dan tidak mudah didapat pada saat itu, seperti susu, tepung terigu, kismis, rum, kenari, kuning telur, dan tentunya, daging kelapa muda yang lembut.

BACA JUGA:Cara Membuat Kue Mega Mendung, Kombinasi Manis dan Gurih yang Memikat

BACA JUGA:Resep Kue Lumpur Sederhana, Camilan Klasik yang Selalu Bikin Ketagihan

Namun, mencari bahan-bahan tersebut di Manado menjadi tantangan tersendiri selama masa pendudukan Belanda.

Beberapa bahan, seperti susu dan produk turunan lainnya, harus diimpor dari daerah seperti Bandung, Malang, Boyolali, Pasuruan, dan Semarang, karena tidak ada di wilayah Manado.

Walaupun demikian, semangat untuk menyajikan klappertaart tidak pernah pudar.

Sehingga para wanita Belanda berjuang dengan penuh usaha untuk menghadirkan kelezatan klappertaart di Manado yang kaya akan kelapa.

BACA JUGA:Manfaat Baking Soda Bukan Hanya Sebagai Pengembang Kue, Inilah 8 Manfaat Baking Soda!

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: