Pemkot PGA

Rahasia Gelap Segitiga Bermuda: Antara Fakta Ilmiah dan Kisah Mistis di Samudra Atlantik

Rahasia Gelap Segitiga Bermuda: Antara Fakta Ilmiah dan Kisah Mistis di Samudra Atlantik

Rahasia Gelap Segitiga Bermuda: Antara Fakta Ilmiah dan Kisah Mistis di Samudra Atlantik-Foto: net -

PAGARALAMPOS.COM - Segitiga Bermuda, atau Bermuda Triangle, adalah wilayah misterius di Samudra Atlantik yang dibentuk oleh tiga titik: Miami, Bermuda, dan Puerto Rico.

Daerah ini sudah lama dikenal karena kisah tentang kapal dan pesawat yang hilang secara misterius, sering kali tanpa meninggalkan jejak sedikit pun.

Fenomena ini telah memancing rasa ingin tahu banyak orang selama lebih dari satu abad dan melahirkan beragam teori—dari penjelasan ilmiah hingga spekulasi supranatural.

Asal Usul dan Peristiwa Terkenal

Popularitas Segitiga Bermuda meningkat tajam pada pertengahan abad ke-20, terutama setelah peristiwa hilangnya Flight 19 pada 5 Desember 1945.

Pesawat latihan milik Angkatan Laut Amerika Serikat tersebut menghilang saat menjalani misi di atas Samudra Atlantik.

BACA JUGA:Manfaat Kunyit Asam untuk Kesehatan: Rahasia Tradisional untuk Tubuh Sehat dan Bugar!

Ironisnya, pesawat penyelamat yang dikirim untuk mencari mereka pun turut lenyap tanpa jejak. Sejak saat itu, kawasan ini dianggap sebagai salah satu tempat paling misterius di dunia.

Selain Flight 19, tercatat berbagai laporan serupa mengenai kapal laut, pesawat penumpang, hingga kapal selam yang hilang di area ini. Meski sejumlah penyelidikan telah dilakukan, penyebab pastinya masih belum bisa dipastikan secara ilmiah.

Beragam Teori tentang Segitiga Bermuda

Banyak teori yang berusaha menjelaskan misteri hilangnya kapal dan pesawat di Segitiga Bermuda. Sebagian didasarkan pada sains, sementara lainnya lebih condong pada teori konspirasi dan mitos.

BACA JUGA:Ini 5 Manfaat Bunga Kitolod bagi Kesehatan yang Jarang Diketahui, Nomor 3 Bikin Tak Terduga!

1. Gas Metana dari Dasar Laut

Peneliti menemukan bahwa di dasar laut kawasan ini terdapat endapan gas metana dalam jumlah besar. Bila gas tersebut terlepas ke permukaan, kepadatan air laut bisa menurun drastis, membuat kapal kehilangan daya apung dan tenggelam dengan cepat.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait