Rocky Gerung: Belajar Pertanahan Tak Cukup dari Aspek Teknis

Selasa 08-09-2026,15:01 WIB
Reporter : Fitri
Editor : Fitri

PAGARALAMPOS.COM - Persoalan pertanahan dinilai tidak dapat diselesaikan hanya dengan mengandalkan pengetahuan teknis dan administrasi.

Tanah memiliki keterkaitan erat dengan berbagai aspek kehidupan, mulai dari hukum, politik, ekonomi, sosial, ekologi, hingga psikologi.

Pandangan tersebut disampaikan akademisi dan filsuf Rocky Gerung saat memberikan kuliah umum di Politeknik Agraria STPN, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat (4/9/2026).

Di hadapan lebih dari 500 Taruna dan Taruni, Rocky mendorong calon insan pertanahan untuk memperluas wawasan dan memahami tanah dari berbagai sudut pandang.

BACA JUGA:Wamen ATR/BPN Serahkan 40 Sertipikat kepada MBR di Kabupaten Banjar

Menurut Rocky, posisi Taruna dan Taruni Politeknik Agraria STPN memiliki keunggulan tersendiri.

Mereka tidak hanya dituntut memahami prosedur administrasi pertanahan, tetapi juga perlu menguasai berbagai disiplin ilmu yang berkaitan dengan persoalan tanah.

Ia menggambarkan tanah sebagai objek yang memiliki dimensi sangat kompleks.

Persoalan mengenai sebidang tanah, misalnya, dapat bersentuhan dengan persoalan hukum, kepentingan politik, kebutuhan ekonomi, kondisi lingkungan, hingga hubungan sosial di tengah masyarakat.

BACA JUGA:ATR/BPN Targetkan Peralihan Hak Tanah Selesai dalam 10 Hari

Karena itu, Rocky menilai mahasiswa pertanahan perlu memiliki keberanian untuk keluar dari batas-batas keilmuan yang sempit.

Pengetahuan mengenai tanah, menurut dia, harus dibangun melalui kemampuan melihat hubungan antara satu persoalan dengan persoalan lainnya.

Ia juga membandingkan pendekatan pendidikan di sejumlah perguruan tinggi.

Mahasiswa pada program studi tertentu umumnya memiliki fokus keilmuan yang lebih spesifik.

BACA JUGA:ATR/BPN Targetkan Sertipikasi 11 Juta Rumah MBR Rampung hingga 2029

Kategori :