Oleh karena itu, segera periksa ke dokter jika ada gejala yang bisa jadi tanda kanker usus besar, seperti:
- Diare atau sembelit yang terus-menerus
- Perubahan bentuk dan warna tinja
- BAB yang tidak lengkap
- BAB yang berdarah
Anda juga sebaiknya periksa ke dokter jika ada anggota keluarga yang pernah menderita kanker usus besar.
BACA JUGA:Manfaat Biji Selasih bagi Kesehatan Tubuh yang Jarang Diketahui!
Diagnosis Kanker Usus Besar
Untuk mengetahui apakah seseorang mengidap kanker usus besar, dokter akan bertanya tentang gejala yang dialami.
Dokter juga akan menanyakan apakah ada riwayat penyakit yang dapat meningkatkan risiko terkena kanker usus besar, serta melihat riwayat kesehatan keluarga pasien.
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan berbagai pemeriksaan tambahan, seperti:
Endoskopi
Endoskopi dilakukan oleh dokter spesialis pencernaan untuk melihat kondisi usus besar.
Pemeriksaan dilakukan dengan memasukkan selang fleksibel berisi kamera melalui anus. Cara ini disebut kolonoskopi.
Selain menggunakan selang fleksibel, endoskopi juga bisa dilakukan dengan menelan kapsul berisi kamera.
Biopsi Usus
- Rontgen: Rontgen digunakan untuk melihat kondisi usus besar.
Sebelumnya, pasien diminta minum larutan berwarna khusus agar hasilnya lebih jelas.
- CT Scan: CT scan digunakan untuk melihat kondisi usus besar dan jaringan di sekitarnya secara lebih detail.
- Tes Darah: Tes darah dapat memberikan informasi tentang fungsi organ sebelum pengobatan dimulai, seperti jumlah sel darah, fungsi hati, dan fungsi ginjal.
BACA JUGA:Manfaat Kangkung untuk Anak, Nutrisi Alami untuk Tumbuh Kembang Optimal!
Dokter juga bisa melakukan pemeriksaan CEA untuk mengevaluasi respons terhadap pengobatan.
Orang yang berisiko tinggi terkena kanker usus besar disarankan untuk menjalani skrining kanker usus besar secara teratur agar kanker bisa segera diatasi jika muncul.
Skrining kanker usus besar dianjurkan untuk pria dan wanita yang sudah berusia 45 tahun ke atas.
Beberapa pemeriksaan yang direkomendasikan adalah:
- Pemeriksaan tinja, setiap 1 tahun
- Kolonoskopi, setiap 10 tahun
- CT scan perut, setiap 5 tahun
Pemeriksaan tersebut dapat mendeteksi adanya darah di dalam tinja atau polip di usus yang bisa berkembang menjadi kanker.
Sebaiknya diskusikan dengan dokter manfaat dan risiko dari setiap pemeriksaan.
Stadium Kanker Usus Besar
Berdasarkan tingkat keparahannya, kanker usus besar dibagi menjadi beberapa stadium, yaitu:
Stadium 1
Pada tahap ini, kanker hanya tumbuh di dalam usus besar.
Stadium 2
Pada tahap ini, kanker telah menembus dinding usus besar.
Stadium 3
Pada tahap ini, kanker telah menyebar ke kelenjar getah bening yang letaknya dekat dengan usus besar.
Stadium 4
Stadium ini adalah tahap paling berat dari kanker usus besar.
Pada tahap ini, kanker sudah menyebar ke bagian tubuh lain seperti paru-paru atau hati.
Penentuan stadium kanker usus besar dilakukan setelah dokter memeriksa kondisi pasien.
Penentuan ini membantu dokter menyusun rencana pengobatan yang tepat.
BACA JUGA:Jangan Remehkan Petai! Ini Dia Segudang Manfaatnya untuk Kesehatan Tubuh Anda
Pengobatan Kanker Usus Besar
Pengobatan kanker usus besar dilakukan sesuai dengan stadium atau tingkat keparahan penyakit.
Beberapa metode pengobatan yang digunakan untuk mengatasi kanker usus besar adalah:
Operasi
Operasi dilakukan untuk mengangkat bagian usus besar yang terkena kanker.
Jenis operasi yang dipilih tergantung pada tingkat keparahan dan seberapa luas kanker menyebar.
Dalam operasi, bagian usus besar yang terjangkit akan dipotong dan diangkat bersamaan dengan sedikit jaringan sehat di sekelilingnya.
Setelah operasi, ujung usus besar akan dihubungkan ke bagian usus besar yang tersisa dan menuju anus, atau langsung dihubungkan ke lubang buatan di dinding perut.
Lubang ini disebut stoma dan dibuat melalui prosedur operasi kolostomi.