Selain nilai sejarah dan spiritual, Mahameru juga dikelilingi berbagai kisah mistis.
Salah satunya adalah larangan untuk berhenti lama di kawasan Arcopodo, karena dipercaya tempat tersebut dijaga dua patung penjaga tak kasat mata.
Ada pula kepercayaan bahwa siapa pun yang mendaki tanpa niat baik akan tersesat atau ditimpa kesialan.
Kisah-kisah ini bukan sekadar takhayul, melainkan bentuk penghormatan terhadap alam. Masyarakat lokal percaya bahwa Mahameru bukan hanya gunung, melainkan makhluk hidup yang memiliki roh dan harus dihormati.
BACA JUGA:Dari Klenteng hingga Kampung Betawi: Jejak Awal Mula Lahirnya Tari Cokek
Makna Mahameru Bagi Generasi Kini
Bagi masyarakat modern, Mahameru adalah simbol kekuatan dan keteguhan. Banyak pendaki yang menganggap mencapai puncaknya sebagai perjalanan batin untuk mengenal diri sendiri.
Dari ketinggian Mahameru, mereka merasakan betapa kecilnya manusia di hadapan kebesaran alam. Lebih dari sekadar destinasi wisata, Mahameru adalah warisan sejarah, spiritual, dan budaya yang tak ternilai.
Ia mengajarkan manusia untuk menjaga keseimbangan antara keberanian dan kerendahan hati, antara penaklukan alam dan penghormatan terhadapnya.
Gunung Mahameru bukan sekadar puncak tertinggi di Jawa—ia adalah simbol abadi dari jiwa dan kebesaran Nusantara.