Dorong Penguatan Data dan Pertumbuhan Ekonomi di Sumsel

Senin 15-09-2025,20:16 WIB
Reporter : Gusti
Editor : Gusti

Meski demikian, ia menyoroti adanya ketimpangan antarwilayah. Kabupaten Muara Enim misalnya, memiliki PDRB per kapita tertinggi mencapai 11.477 dolar AS berkat kontribusi pertambangan.

Sementara Kabupaten Empat Lawang hanya 1.225 dolar AS. “Ini pekerjaan rumah bagi kita semua, bagaimana mendorong pemerataan pertumbuhan di setiap kabupaten/kota,” tegasnya.

BACA JUGA:Pj Sekda Kota Pagar Alam Menerima Audiensi dari Kepala BPS dalam Rangka Pendataan Potensi Desa

BACA JUGA:BPS Sumsel Catat Tingkat Pengangguran di Sumsel Turun di Angka 3,97 Persen, Ini Rinciannya!

Amalia juga menekankan pentingnya hilirisasi perkebunan, seperti kopi dan kelapa sawit, agar produk Sumsel tidak lagi dijual dalam bentuk bahan mentah. “Jika diolah menjadi produk hilir, nilai tambah akan meningkat dan peluang kerja baru bisa tercipta,” ujarnya.

Dari sisi ketenagakerjaan, Sumsel memiliki 6,62 juta penduduk usia kerja dengan 4,49 juta di antaranya telah bekerja. Tingkat pengangguran terbuka tercatat hanya 3,89 persen, lebih rendah dari rata-rata nasional 4,76 persen. Namun, tantangan masih ada karena hanya 2,71 juta pekerja yang bekerja penuh di atas 35 jam per minggu.

“Struktur ketenagakerjaan di Sumsel masih didominasi sektor pertanian (45 persen) dan perdagangan (16 persen). Artinya, kualitas pekerjaan perlu terus ditingkatkan agar dapat mendorong kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

Kategori :