Pemkot PGA

Herman Deru Ingatkan BBM Subsidi Jangan Dinikmati Kalangan Mampu

Herman Deru Ingatkan BBM Subsidi Jangan Dinikmati Kalangan Mampu

Foto L Gubernur Sumsel H Herman Deru.--ist

PAGARALAMPOS.COM - Di tengah kenaikan harga Pertamax yang mencapai Rp16.250 per liter, Gubernur Sumatra Selatan Herman Deru mengingatkan agar BBM bersubsidi tetap digunakan oleh kelompok yang memang berhak menerimanya.

Ia meminta masyarakat yang tergolong mampu untuk tidak beralih menggunakan BBM subsidi karena jatah tersebut diperuntukkan bagi warga berpenghasilan rendah dan kendaraan niaga.

Pernyataan tersebut disampaikan menyusul kebijakan Pertamina Patra Niaga yang menaikkan harga jual Pertamax dari Rp12.600 menjadi Rp16.250 per liter guna menyesuaikan harga pasar minyak dunia.

"Jadi sebenarnya masalah BBM naik itu tergantung ICP. Apalagi Pertamax merupakan BBM non-subsidi. Kalau harga internasional minyak naik, tentu akan ada penyesuaian. Yang penting BBM bersubsidi seperti Pertalite tidak naik," ujar Deru saat ditemui di Griya Agung, Kamis (11/6/2026).

BACA JUGA:Mendadak Pertamax Melejit Segini, Masyarakat Diberatkan Sementara SPBU Diuntungkankah ?

BACA JUGA:Harga BBM Pertamina Seluruh Indonesia per 10 Juni 2026 Pertamax Resmi Mengalami Kenaikan Yang Segnifikan!

Merespons potensi lonjakan antrean kendaraan di SPBU akibat peralihan konsumsi, Deru mengetuk kesadaran para pemilik kendaraan pribadi yang masuk kategori mapan agar tidak mengambil hak masyarakat yang membutuhkan.

"Secara formal saya belum menerima suratnya. Tapi sekarang kita mengajak semua pemilik kendaraan, kalau merasa tidak layak menggunakan BBM subsidi, jangan mengisi BBM subsidi. Karena subsidi itu memang hak masyarakat yang berhak, termasuk kendaraan niaga dan kelompok yang membutuhkan," katanya.

Selain itu, ia juga menuturkan kondisi perekonomian Sumatra Selatan secara makro masih menunjukkan ketahanan yang cukup baik di tengah fluktuasi nilai tukar rupiah dan kenaikan harga sejumlah komoditas.

"Kalau mengacu pada data statistik, pertumbuhan ekonomi kita baik-baik saja, masih tumbuh di atas lima persen. Angka kemiskinan juga menurun," tuturnya.

BACA JUGA:Teken MoU Bersama PT Pertamina EP, Kapolda Sumsel : Cegah Praktik Pengeboran Minyak Ilegal

BACA JUGA:Jangan Sampai Ketinggalan! Ini Daftar Harga BBM Terbaru di SPBU Pertamina, Shell, Vivo, dan BP!

Menurut Deru, penguatan dolar Amerika Serikat tidak sepenuhnya berdampak negatif terhadap perekonomian daerah. Di sektor tertentu, seperti perkebunan karet, kondisi tersebut justru memberikan keuntungan karena harga komoditas ekspor mengalami kenaikan.

Kendati demikian, Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan tetap berkomitmen menjaga stabilitas ekonomi dan daya beli masyarakat melalui berbagai program pengendalian harga dan intervensi pasar.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: