BACA JUGA:Menapaki Sejarah di Benteng Patua Tomia: Warisan Penjajahan Belanda yang Sarat Nilai Budaya
Dampak invasi juga terlihat pada perkembangan teknologi militer di Jawa. Setelah peristiwa ini, kerajaan-kerajaan setempat mulai mengenal dan menggunakan senjata berbasis mesiu, termasuk meriam, yang kelak menjadi bagian penting strategi perang Majapahit.
Hingga kini penelitian terhadap prasasti di Pulau Serutu masih berlanjut. Kolaborasi antara Australian National University, Balai Arkeologi Kalimantan Selatan, Balai Pelestarian Cagar Budaya Kalimantan Timur, dan Pusat Penelitian Arkeologi Nasional terus dilakukan untuk mengungkap lebih banyak fakta terkait jejak ekspedisi Mongol di Nusantara.