Sejarah Pulau Padar: Permata Tersembunyi di Taman Nasional Komodo!

Rabu 13-08-2025,08:17 WIB
Reporter : Lia
Editor : Almi

Pemerintah bersama pengelola Taman Nasional Komodo mulai membangun jalur pendakian, dermaga, serta fasilitas pendukung untuk mempermudah wisatawan.

Wisatawan biasanya datang dari Labuan Bajo melalui perjalanan laut sekitar 2–3 jam.

Keunikan Flora dan Fauna

Meskipun tidak lagi memiliki komodo, Pulau Padar tetap memiliki keanekaragaman hayati yang menarik.

BACA JUGA: Suku Navajo dalam Sejarah: Transformasi Diné dari Tradisi Kuno ke Kehidupan Modern

Vegetasinya didominasi padang savana yang bergelombang, dengan beberapa pepohonan yang tumbuh jarang-jarang.

Fauna yang hidup di pulau ini meliputi burung elang, burung laut, kadal, serta mamalia kecil.

Pentingnya Konservasi

Sebagai bagian dari kawasan konservasi, Pulau Padar memiliki peraturan ketat bagi pengunjung.

BACA JUGA: Suku Navajo dalam Sejarah: Transformasi Diné dari Tradisi Kuno ke Kehidupan Modern

Aktivitas seperti merusak terumbu karang, membuang sampah sembarangan, atau mengganggu satwa liar dilarang keras.

Upaya pelestarian ini penting untuk memastikan keindahan dan ekosistem Pulau Padar tetap terjaga bagi generasi mendatang.

Pemerintah dan pihak pengelola Taman Nasional Komodo juga menerapkan pembatasan jumlah pengunjung harian untuk menghindari kerusakan lingkungan.

Langkah ini diambil untuk menjaga keseimbangan antara pariwisata dan konservasi alam.

BACA JUGA: Sejarah dan Keunikan Sungai Barito: Sumber Kehidupan dari Pegunungan Schwaner hingga Muara

Pulau Padar di Masa Depan

Kategori :