Mengenal Sungai Barito: Perjalanan Panjang dan Peranannya bagi Masyarakat Kalimantan

Senin 11-08-2025,03:54 WIB
Reporter : Elis
Editor : Almi

Ketika masa kolonial, Belanda memanfaatkan sungai ini sebagai jalur utama untuk mengangkut hasil tambang, seperti batu bara dari Pengaron dan Muara Teweh, serta kayu yang diekspor ke luar negeri.

Di zaman modern, Sungai Barito masih menjadi jalur transportasi penting bagi daerah-daerah yang sulit dijangkau lewat jalan darat.

BACA JUGA:Pemberontakan yang Hampir Menghapus Sejarah Indonesia

BACA JUGA:Benarkah Sejarah Itu Penuh Rekayasa Para Pemenang?

Namun, aktivitas tambang, penebangan liar, dan limbah industri memberi tekanan besar pada kelestarian lingkungan sungai. Pencemaran dan sedimentasi mengancam kualitas air serta habitat ikan endemik seperti saluang, patin, dan baung.

Berbagai upaya konservasi telah dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat, termasuk pembersihan sungai, penanaman pohon di tepi sungai, serta edukasi lingkungan.

Saat ini, Sungai Barito tidak hanya menjadi aliran air besar di Kalimantan, tetapi juga simbol peradaban yang terus berkembang. Kegiatan seperti festival sungai, wisata susur sungai, dan ekspedisi budaya turut mengangkat nilai sejarah dan potensi ekonominya.

Salah satu ikon penting adalah Jembatan Barito, jembatan gantung megah yang menghubungkan Banjarmasin dan Barito Kuala, sekaligus menjadi kebanggaan masyarakat Kalimantan Selatan.

Kategori :