Mengenali gejala ini penting agar bisa mempersiapkan diri dengan lebih baik.
Bawa Suplemen dan Obat Pereda Nyeri
Karena haid mengakibatkan kehilangan darah dan zat besi, tubuh bisa menjadi cepat lelah.
Oleh karena itu, disarankan membawa suplemen penambah energi dan obat pereda nyeri untuk berjaga-jaga.
Sediakan Pembalut yang Memadai
Pendakian membutuhkan aktivitas fisik yang tinggi, jadi pilih pembalut dengan ukuran panjang, daya serap tinggi, dan bawa stok yang cukup agar tetap nyaman selama perjalanan.
BACA JUGA:Menyikapi Sejarah Gunung Binaiya: Jejak Alam dan Budaya di Tanah Seram!
BACA JUGA:Sejarah Gunung Kembar: Antara Legenda, Keindahan, dan Jejak Alam!
Komunikasikan dengan Rekan Pendaki
Jika mendaki bersama kelompok, beritahukan kondisi haid kepada teman agar mereka bisa memberikan dukungan jika diperlukan.
Perhatikan Asupan Cairan dan Makanan
Wanita haid memerlukan cairan lebih banyak, terutama saat melakukan aktivitas berat di alam terbuka.
Jangan lupa untuk minum cukup air atau minuman isotonik untuk menjaga hidrasi tubuh.
Jaga Kebersihan
Simpan sampah pembalut dengan baik dan gunakan wadah tertutup agar tidak mencemari lingkungan. Kebersihan pribadi dan alam harus tetap dijaga selama pendakian.
BACA JUGA:Memahami Sejarah Gunung Malabar: Jejak Alam dan Warisan Kolonial di Tanah Priangan!