Benarkah Pemuda 19 Tahun Pemantik Perang Dunia I?

Minggu 27-07-2025,19:52 WIB
Reporter : JOKO
Editor : JOKO

Sistem aliansi yang membuat konflik lokal cepat meluas.

Imperialisme yang memperburuk persaingan global.

Nasionalisme ekstrem di Balkan yang memperkuat gerakan perlawanan terhadap kekuasaan Austria-Hungaria.

BACA JUGA:Gedung Bunder Kebumen: Warisan Arsitektur Kolonial yang Sarat Sejarah

Dengan kata lain, situasi Eropa pada 1914 sudah seperti tumpukan jerami kering, dan tindakan Gavrilo Princip hanyalah percikan api yang menyulut ledakan.

Aksi Gavrilo Princip menjadi simbol sekaligus kontroversi. 

Bagi sebagian kalangan, ia dianggap pahlawan nasionalis yang memperjuangkan kebebasan bangsanya. 

Namun, bagi yang lain, ia adalah teroris yang memicu salah satu konflik paling mematikan dalam sejarah.

BACA JUGA:Lezat dan Otentik! Deretan Makanan Khas Madura yang Siap Menggoyang Lidah

Yang jelas, tindakannya di Sarajevo mengubah arah sejarah dunia. 

Perang Dunia I berakhir pada 1918 dengan kekalahan Blok Sentral, pembubaran empat kekaisaran besar, dan lahirnya negara-negara baru di Eropa. 

Namun, perjanjian Versailles yang menghukum Jerman justru menanam bibit kebencian yang kelak memicu Perang Dunia II.

Kategori :

Terkait