Menguak Sejarah Suku Sahu: Warisan Budaya dan Tradisi dari Halmahera Barat

Senin 14-07-2025,03:56 WIB
Reporter : Elis
Editor : Almi

Bahasa Sahu termasuk dalam rumpun bahasa Papua Barat, berbeda dengan bahasa di bagian barat Indonesia yang kebanyakan berasal dari rumpun Austronesia.

Bahasa ini memiliki berbagai dialek yang masih digunakan dalam komunikasi sehari-hari, meski penggunaan Bahasa Indonesia mulai meningkat terutama di kalangan generasi muda.

Seni tari menjadi bagian penting budaya mereka, tidak hanya sebagai hiburan tetapi juga sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur dan alam sekitar.

Kepercayaan Tradisional dan Pengaruh Agama

Sebelum masuknya agama besar seperti Islam dan Kristen, masyarakat Sahu menganut kepercayaan animisme dan dinamisme, yang menempatkan roh leluhur dan kekuatan alam sebagai objek penghormatan melalui berbagai ritual dan upacara. Sebagian tradisi ini masih dijalankan secara simbolis hingga kini.

Masuknya agama Kristen pada abad ke-19 melalui misi zending Belanda membawa perubahan signifikan, sehingga mayoritas kini beragama Kristen, baik Protestan maupun Katolik, namun mereka tetap mempertahankan nilai-nilai adat dalam kehidupan sehari-hari.

Tantangan dan Upaya Pelestarian

Seperti banyak suku asli lainnya di Indonesia, Suku Sahu menghadapi tantangan dari modernisasi dan globalisasi.

BACA JUGA: Jejak Sejarah Suku Zulu: Bangsa Pejuang yang Mengukir Legenda Afrika Selatan

BACA JUGA:Mengungkap Sejarah Kerajaan Berau, Pusat Perdagangan dan Maritim Kalimantan Timur

Banyak generasi muda meninggalkan kampung halaman untuk mengejar pendidikan atau pekerjaan di kota besar, yang mengancam kelestarian bahasa, budaya, dan tradisi mereka.

Namun, berbagai upaya pelestarian sudah mulai dijalankan oleh tokoh adat, pemerintah daerah, dan lembaga budaya, seperti penyelenggaraan festival budaya yang menampilkan tarian, musik, dan kuliner khas Sahu untuk membangkitkan rasa bangga akan warisan leluhur.

Selain itu, pendokumentasian bahasa dan cerita rakyat dalam bentuk tulisan dan media digital juga terus dikembangkan guna menjaga budaya Sahu tetap hidup.

Kategori :