Mengungkap Sejarah Kerajaan Berau, Pusat Perdagangan dan Maritim Kalimantan Timur
Mengungkap Sejarah Kerajaan Berau, Pusat Perdagangan dan Maritim Kalimantan Timur-fOTO: NET -
PAGARALAMPOS.COM - Suku Berau merupakan salah satu komunitas etnis asli yang tinggal di wilayah pesisir timur Kalimantan, tepatnya di Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur.
Keberadaan suku ini mencerminkan warisan budaya dan sejarah yang telah terbentuk sejak lama, bahkan sebelum pengaruh agama Hindu-Buddha dan Islam masuk ke daerah tersebut.
Asal Usul dan Penyebaran
Secara historis, masyarakat Berau diperkirakan berasal dari rumpun Melayu dan telah lama menetap di sepanjang aliran Sungai Berau.
Dalam aspek budaya dan bahasa, suku ini memiliki kemiripan dengan etnis lain di Kalimantan seperti Tidung dan Banjar. Namun, mereka tetap mempertahankan ciri khas tersendiri, baik dalam logat bahasa maupun tradisi lokal.
BACA JUGA:Jelajahi Karanganyar: 4 Destinasi Wisata yang Memikat Hati!
BACA JUGA:Ciptakan Kenangan Tak Terlupakan di 5 Destinasi Wisata Sulawesi Barat untuk Healing Keluarga
Bahasa yang digunakan suku Berau tergolong dalam kelompok bahasa Melayu lokal, yang dipengaruhi unsur bahasa Dayak dan Bugis.
Cikal Bakal Kerajaan Berau
Sekitar abad ke-15, berdirilah Kerajaan Berau dengan pusat pemerintahan di kawasan Lempake—yang kini dikenal sebagai Tanjung Redeb.
Menurut sejarah lisan dan catatan masyarakat, kerajaan ini dipimpin pertama kali oleh Aji Raden Sari Indra Kesuma. Berau berkembang sebagai kerajaan maritim yang aktif menjalin hubungan dagang dengan bangsa Tiongkok, Bugis, dan wilayah Melayu lainnya.
Letaknya yang strategis menjadikan Berau sebagai simpul penting dalam jaringan perdagangan regional, dengan komoditas unggulan seperti hasil laut, kayu, dan rotan.
Masuknya Islam dan Dinamika Budaya
Islam mulai menyebar ke wilayah Berau sekitar abad ke-16 dan diterima secara luas oleh kalangan bangsawan maupun masyarakat umum.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
