PAGARALAMPOS.COM - Di tengah keheningan pesisir timur Indonesia, berdiri kokoh sebuah bangunan bersejarah yang menjadi saksi bisu masa penjajahan Belanda.
Benteng Belanda Tangk, yang terletak di wilayah Kabupaten Maluku Tenggara, Provinsi Maluku, menyimpan cerita panjang tentang masa kolonialisme.
Strategi militer, dan dinamika perlawanan lokal yang sering terlupakan dari buku-buku sejarah nasional.
Letak dan Kondisi Geografis
BACA JUGA:Monumen Ikada di Taman Monas: Saksi Rapat Raksasa 19 September 1945 yang Menggugah Bangsa!
Benteng Tangk terletak di Kecamatan Kei Kecil, tidak jauh dari pesisir pantai yang menghadap langsung ke Laut Banda.
Lokasi strategis ini menjadikan benteng sebagai titik pengawasan ideal terhadap aktivitas maritim di kawasan Maluku Tenggara.
Dikelilingi oleh hutan tropis dan hamparan laut biru, benteng ini tampak menyatu dengan lanskap alam yang masih alami, meski sebagian strukturnya telah mulai termakan waktu.
Asal Usul Pembangunan
BACA JUGA:Jejak Budaya Suku Berco di Sumbawa: Warisan Lokal yang Bertahan di Tengah Perubahan Zaman
Benteng Tangk dibangun oleh pemerintah kolonial Belanda pada awal abad ke-18, sebagai bagian dari upaya memperkuat kendali atas wilayah Maluku, terutama untuk mengontrol perdagangan rempah-rempah yang sangat bernilai tinggi di pasar dunia saat itu.
Pulau-pulau di Maluku telah lama menjadi rebutan kekuatan Eropa, termasuk Portugis, Inggris, dan akhirnya Belanda melalui VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie).
Tidak banyak dokumentasi tertulis tentang tahun pasti pendiriannya.
Namun sejarawan setempat meyakini bahwa benteng ini dibangun sekitar tahun 1715 sebagai bagian dari jaringan pertahanan yang terhubung dengan benteng-benteng lain di wilayah Ambon dan Banda.