Awalnya, museum ini berlokasi di Jalan Taman Mayangkara, Surabaya.
Namun, karena keterbatasan lahan dan meningkatnya koleksi yang membutuhkan ruang penyimpanan dan pameran yang lebih representatif, pemerintah memutuskan untuk memindahkan museum ke lokasi yang lebih luas di Kabupaten Sidoarjo.
Pembangunan gedung baru dimulai pada akhir tahun 1990-an dan diresmikan penggunaannya pada tahun 2004.
Di lokasi barunya yang lebih strategis, Museum Mpu Tantular berdiri di atas lahan seluas sekitar 3,28 hektare.
Bangunan museum dirancang dengan gaya arsitektur modern namun tetap mempertahankan nuansa tradisional Jawa Timur.
Ini menciptakan harmoni antara kemajuan zaman dan pelestarian budaya.
Koleksi dan Isi Museum
BACA JUGA:Mengenal Suku Serawai: Jejak Sejarah dan Tradisi Leluhur dari Selatan Bengkulu
Museum Mpu Tantular memiliki lebih dari 15.000 koleksi yang terbagi ke dalam berbagai kategori.
Antara lain: arkeologi, etnografi, numismatika (mata uang dan alat tukar), keramik, geologi, biologi, dan seni rupa.
Beberapa koleksi penting yang menarik perhatian pengunjung meliputi:
Arca-arca Hindu-Buddha dari masa klasik Jawa Timur seperti masa Kerajaan Kahuripan dan Majapahit.
Koleksi keris dan senjata tradisional dari berbagai daerah di Jawa Timur.
Barang-barang peninggalan kolonial Belanda, seperti sepeda tua, mesin ketik, hingga perlengkapan rumah tangga tempo dulu.
Alat musik tradisional, seperti gamelan, yang menggambarkan kekayaan seni musik masyarakat Jawa.
Manuskrip kuno dan naskah-naskah sastra klasik beraksara Jawa dan Arab pegon.