Ajakan itu mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat Aceh.
Dipimpin oleh Teuku Nyak Arief dan disemangati oleh tokoh-tokoh lokal, seperti Tengku Hasan Saleh dan ulama-ulama kharismatik, penggalangan dana dilakukan dengan cepat dan efektif.
Hanya dalam waktu beberapa hari, rakyat Aceh berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp120.000, jumlah yang sangat besar kala itu.
BACA JUGA:Menyikapi Sejarah Suku Dawan: Jejak Leluhur dan Warisan Budaya di Tanah Timor!
Peran Pesawat RI-001 Seulawah
Pesawat ini memiliki peran vital dalam sejarah kemerdekaan Indonesia. RI-001 Seulawah menjadi alat transportasi diplomatik penting.
Salah satu misi utamanya adalah mengangkut delegasi Indonesia ke luar negeri untuk menjelaskan situasi Indonesia yang sebenarnya kepada dunia internasional, terutama kepada negara-negara Asia dan Timur Tengah.
Pesawat ini juga membantu membuka jalur logistik dan komunikasi antara wilayah Indonesia yang terisolasi karena agresi Belanda.
Tak hanya sebagai alat diplomasi, pesawat ini juga menjadi simbol penting bahwa Indonesia, walau baru merdeka, mampu memiliki angkatan udara sendiri yang didukung oleh kekuatan rakyat, bukan hanya negara.
Pembangunan Monumen Seulawah
BACA JUGA:Menelusuri Jejak Sejarah Suku Kamoro: Jejak Leluhur, Tradisi, dan Tantangan di Pesisir Papua!
Monumen ini berupa replika pesawat Dakota DC-3 yang ditempatkan di atas tugu beton.
Monumen ini tidak hanya menjadi penghormatan bagi pesawat, tetapi juga menjadi bentuk apresiasi terhadap rakyat Aceh yang berjasa besar dalam mempertahankan eksistensi Republik Indonesia di masa-masa kritis.
Makna dan Warisan Sejarah
Monumen Seulawah lebih dari sekadar bangunan fisik. Ia adalah pengingat akan semangat gotong royong dan nasionalisme rakyat Aceh yang luar biasa.
Di tengah keterbatasan dan tekanan kolonial, rakyat Aceh menunjukkan bahwa semangat kebangsaan dapat melampaui batas-batas geografis dan etnis.