Candi Bahal dan Sejarahnya: Warisan Agama Buddha Vajrayana di Pedalaman Sumatra Utara

Sabtu 07-06-2025,20:54 WIB
Reporter : Elis
Editor : Almi

BACA JUGA:Sejarah Suku Ngaju: Menelusuri Jejak Budaya, Kepercayaan, dan Perjuangan Identitas di Kalimantan Tengah!

BACA JUGA:Sejarah Suku Simalungun: Jejak Peradaban Tua dari Tanah Sumatera Utara!

Arsitektur dan Simbolisme

Bangunan utama candi berdiri di atas pondasi batu andesit dengan tubuh yang terbuat dari bata merah, yang telah mengalami pelapukan selama berabad-abad.

Hal ini memperlihatkan adanya pengaruh dan perpaduan budaya Hindu dan Buddha yang cukup kental pada masa itu.

Posisi Strategis dan Jalur Perdagangan

Meski terletak di pedalaman Sumatra, Candi Bahal tidaklah terisolasi. Wilayah Padang Lawas merupakan jalur penting dalam rute perdagangan kuno yang menghubungkan pesisir timur dan barat pulau Sumatra.

Sungai Barumun menjadi jalur utama transportasi bagi para pedagang dan pelancong.

BACA JUGA:Sejarah Suku Batak: Jejak Leluhur, Budaya, dan Identitas dari Tanah Toba!

BACA JUGA:Sejarah Candi Agung Amuntai: Warisan Kerajaan Hindu di Kalimantan Selatan

Hal ini memungkinkan masuknya pengaruh budaya dan agama dari India serta Asia Tengah, termasuk penyebaran ajaran Buddha Vajrayana yang berkembang di kawasan Himalaya.

Candi Bahal pun diduga menjadi pusat kegiatan keagamaan, pendidikan spiritual, serta tempat persinggahan para musafir.

Kondisi Saat Ini dan Upaya Pelestarian

Meskipun memiliki nilai sejarah yang tinggi, Candi Bahal dan situs lain di Padang Lawas belum sepenuhnya mendapat perhatian yang memadai.

Akses ke lokasi masih tergolong sulit, dan fasilitas pendukung untuk wisata sejarah belum lengkap.

BACA JUGA:Memahami Sejarah Candi Pari: Jejak Peradaban Majapahit di Sidoarjo!

Kategori :