PAGARALAMPOS.COM - Di tengah laut Banda yang biru dan memukau, berdiri megah sebuah benteng peninggalan kolonial yang menyimpan banyak cerita dari masa lalu Benteng Belgica.
Terletak di Pulau Banda Neira, Maluku, benteng ini merupakan saksi bisu dari pergulatan kekuasaan dan kepentingan ekonomi global yang pernah menjadikan pulau-pulau kecil ini sebagai pusat dunia.
Awal Berdirinya Benteng Belgica
Benteng Belgica dibangun oleh Belanda pada tahun 1611 atas perintah Pieter Both, Gubernur Jenderal pertama dari Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC).
BACA JUGA:Menelusuri Sejarah Taman Balekambang Solo: Warisan Hijau dari Masa Kerajaan!
Tujuan utama pembangunan benteng ini adalah untuk mengamankan kepentingan dagang VOC, terutama monopoli atas rempah-rempah seperti pala dan fuli yang saat itu sangat berharga di pasar Eropa.
Namun, sebelum versi permanennya berdiri, lokasi tersebut sudah lebih dahulu dibentengi oleh Portugis dengan struktur sederhana.
Arsitektur dan Keunikan Benteng
Benteng Belgica dirancang oleh arsitek militer Belanda, Hendrick Lucasz Cardeel.
Benteng ini memiliki bentuk segi lima dengan lima bastion atau menara pengawas di setiap sudutnya.
Mengikuti desain gaya Eropa yang mengutamakan pandangan luas ke segala penjuru sebagai bentuk perlindungan dari serangan musuh, baik dari darat maupun laut.
BACA JUGA:Sejarah Rumah Gadang Tan Malaka: Warisan Budaya dan Jejak Seorang Tokoh Bangsa!
Keunikan lainnya adalah sistem pertahanannya yang berlapis dua. Di dalam benteng utama terdapat benteng kecil lain yang bisa digunakan untuk perlindungan terakhir jika tembok luar berhasil ditembus musuh. Dari benteng ini, VOC mengontrol dan mengawasi segala aktivitas masyarakat lokal maupun pedagang asing.
Peran Strategis di Masa Kolonial