Suku Ammatoa: Warisan Kearifan dalam Menjaga Harmoni Alam dan Manusia

Selasa 10-06-2025,01:55 WIB
Reporter : Elis
Editor : Almi

PAGARALAMPOS.COM - Suku Ammatoa Kajang yang tinggal di kawasan Kajang, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, terkenal dengan cara hidup tradisional yang sangat erat kaitannya dengan lingkungan sekitar mereka.

Bagi masyarakat ini, menjaga keseimbangan antara manusia dan alam merupakan warisan penting yang harus terus dijaga dan dihormati.

Pasang Ri Kajang: Pedoman Hidup Masyarakat Ammatoa

Setiap aspek kehidupan suku Ammatoa diatur oleh sebuah aturan adat yang disebut Pasang Ri Kajang.

Aturan ini menjadi landasan dalam setiap tindakan mereka, terutama dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan sekitar.

BACA JUGA:Sejarah Suku Ngaju: Menelusuri Jejak Budaya, Kepercayaan, dan Perjuangan Identitas di Kalimantan Tengah!

BACA JUGA:Sejarah Suku Simalungun: Jejak Peradaban Tua dari Tanah Sumatera Utara!

Alam dianggap sebagai amanah suci, sehingga setiap tindakan yang merusak lingkungan dianggap bukan hanya melanggar adat, tetapi juga berdampak negatif secara fisik dan spiritual.

Kamase-masea: Prinsip Hidup Sederhana

Komunitas Kajang Dalam secara tegas menolak teknologi modern yang dinilai mengganggu keseimbangan alam, seperti listrik dan kendaraan bermotor.

Mereka menjalankan prinsip kamase-masea, yakni hidup dengan cara sederhana sebagai bentuk rasa syukur dan penghormatan terhadap ciptaan Tuhan.

Dalam aktivitas sehari-hari, mereka menerapkan metode bertani alami, menghindari penggunaan pupuk kimia, dan memilih cara ramah lingkungan untuk menjaga kesuburan tanah.

Hutan Adat: Sumber Kehidupan dan Penyangga Ekosistem

Bagi masyarakat Kajang, hutan bukan sekadar sumber penghidupan, melainkan juga tempat yang disucikan.

BACA JUGA:Memahami Sejarah Candi Pari: Jejak Peradaban Majapahit di Sidoarjo!

Kategori :