Menelusuri Sejarah Tari Ratoeh Jaroe: Harmoni Gerak dari Tanah Rencong!

Selasa 27-05-2025,11:01 WIB
Reporter : Lia
Editor : Almi

Salah satu momen yang mengangkat pamor Tari Ratoeh Jaroe ke tingkat internasional adalah saat pembukaan Asian Games 2018 di Jakarta.

Tarian ini ditampilkan oleh lebih dari 1.600 penari perempuan secara serempak di Gelora Bung Karno, Jakarta.

Pertunjukan ini mendapat sambutan luar biasa karena memperlihatkan keserasian gerak yang memukau dan menggugah semangat nasionalisme.

BACA JUGA:Sejarah Suku Buol: Menelusuri Jejak Budaya, Asal Usul, dan Kearifan Lokal dari Sulawesi Tengah!

Meski sebagian penonton internasional sempat mengira bahwa yang ditampilkan adalah Tari Saman.

Pihak penyelenggara dengan tegas menyatakan bahwa tarian tersebut adalah Tari Ratoeh Jaroe, yang secara koreografi dan formasi memang mirip, namun berbeda dari segi teknis dan konsep.

Kesuksesan itu membuat Tari Ratoeh Jaroe semakin dikenal luas, tidak hanya sebagai seni pertunjukan tetapi juga sebagai simbol keberagaman budaya Indonesia yang membanggakan.

Upaya Pelestarian

Di tengah arus globalisasi dan modernisasi, berbagai pihak terus berupaya melestarikan Tari Ratoeh Jaroe.

BACA JUGA:Sejarah Suku Buol: Menelusuri Jejak Budaya, Asal Usul, dan Kearifan Lokal dari Sulawesi Tengah!

Pemerintah daerah, komunitas seni, hingga lembaga pendidikan mendorong generasi muda untuk belajar dan melestarikan tarian ini.

Sekolah-sekolah di Aceh sering menjadikan Tari Ratoeh Jaroe sebagai bagian dari ekstrakurikuler seni, sementara di luar Aceh, tarian ini dipelajari oleh komunitas tari sebagai bagian dari studi budaya Nusantara.

Selain itu, digitalisasi juga membantu pelestarian tarian ini. Banyak video dokumentasi dan tutorial tari yang diunggah ke media sosial, sehingga bisa diakses luas oleh masyarakat nasional dan internasional.

Kategori :