BACA JUGA:Ambon 1999 Saat Tetangga Jadi Musuh dan Kota Terbakar dalam Sekejap
Tubuh sang gadis perlahan-lahan berubah menjadi batu. Namun, yang paling menyentuh adalah—meski telah membatu, dari celah-celah batu itu mengalir air layaknya air mata. Inilah yang kemudian dikenal sebagai Batu Menangis.
Nilai Moral dan Pesan Budaya
Cerita Batu Menangis tidak hanya menghibur, tetapi juga mengandung nilai moral yang dalam.
Pesan utama dari legenda ini adalah pentingnya berbakti kepada orang tua, serta bagaimana kesombongan dan penghinaan terhadap asal-usul sendiri dapat membawa bencana.
Masyarakat Kalimantan percaya bahwa kisah ini diciptakan bukan tanpa maksud, melainkan sebagai pengingat kepada generasi muda untuk selalu menghormati orang tua
BACA JUGA:Menelusuri Sejarah Budaya Minangkabau dan Keagungan Rumah Adat Rumah Gadang!
Berperilaku rendah hati, dan tidak melupakan asal-usul meskipun berada di lingkungan yang lebih maju atau modern.
Keberadaan Batu Menangis di Dunia Nyata
Lokasi fisik yang diyakini sebagai tempat Batu Menangis berada di sebuah kawasan perbukitan di Kalimantan Barat.
Di sana, terdapat sebuah batu besar yang permukaannya selalu basah, seolah-olah menangis sepanjang waktu.
Meski tidak ada bukti ilmiah yang menyatakan bahwa batu tersebut benar-benar berasal dari kisah gadis durhaka, keberadaannya tetap dikeramatkan oleh penduduk setempat.
BACA JUGA:Sejarah Makam Karbala: Jejak Pengorbanan Imam Husain dan Spirit Perlawanan terhadap Ketidakadilan!
Banyak pengunjung yang datang untuk melihat langsung batu tersebut, baik karena penasaran terhadap ceritanya maupun karena ingin merenung tentang nilai-nilai yang terkandung dalam legenda tersebut.
Beberapa orang bahkan membawa anak-anak mereka sebagai bentuk edukasi budaya dan moral secara langsung.
Dampak Terhadap Budaya dan Pariwisata