Legenda Batu Menangis telah menjadi bagian penting dalam identitas budaya masyarakat Kalimantan Barat.
Kisah ini sering dijadikan materi dalam pementasan teater rakyat, cerita pengantar tidur, bahkan masuk ke dalam kurikulum pelajaran muatan lokal di sekolah-sekolah.
BACA JUGA:Sejarah dan Makna Upacara Adat Peusijuek: Tradisi Penyejuk Jiwa dari Tanah Aceh!
Selain sebagai warisan budaya tak benda, Batu Menangis juga memberikan nilai tambah dalam sektor pariwisata. Pemerintah daerah dan komunitas lokal mulai menggagas pengembangan kawasan tersebut sebagai tujuan wisata edukatif yang mengangkat budaya lokal.
Hal ini sekaligus menjadi upaya pelestarian cerita rakyat yang nyaris tergeser oleh budaya populer modern.
Refleksi dari Kisah yang Membatu
Meskipun kisah Batu Menangis berakar dari legenda, pesan yang terkandung di dalamnya tetap relevan di zaman sekarang.
Dalam kehidupan modern yang sering kali menilai seseorang dari status sosial dan penampilan, legenda ini mengingatkan kita bahwa kesetiaan, kasih sayang, dan penghargaan terhadap orang tua adalah nilai yang harus dijaga dan ditanamkan sejak dini.
BACA JUGA:Perang Saudara Amerika Ketika Isu Perbudakan Mengoyak Negeri Adidaya
Batu itu memang tidak berbicara, tapi dari tangis diamnya, kita bisa mendengar jeritan nurani tentang sebuah pengkhianatan yang teramat dalam—dan harapan akan hati manusia yang lebih lembut dan penuh kasih.