Menguak Asal Usul Bukit Kelam: Legenda Batu Terbesar di Dunia dari Kalimantan Barat

Sabtu 19-04-2025,15:52 WIB
Reporter : Elis
Editor : Almi

Dengan niat jahat, ia hendak menutup aliran Sungai Melawi menggunakan batu raksasa untuk menenggelamkan kota.

Namun, sebelum niat itu terlaksana, para dewa menggagalkannya. Batu tersebut terlepas dari tangannya dan jatuh, lalu menjelma menjadi Bukit Kelam yang ada hingga kini.

Kisah ini menjadi bagian penting dari budaya lisan lokal, mencerminkan kepercayaan terhadap kekuatan alam dan peran entitas supranatural dalam kehidupan manusia.

Nilai Sakral dan Tradisi Lokal

Bagi sebagian komunitas Dayak, Bukit Kelam memiliki nilai spiritual. Mereka menganggap bukit ini sebagai tempat yang sakral dan dijaga oleh roh-roh penjaga alam.

BACA JUGA:Menelusuri Sejarah Gunung Papandayan: Antara Letusan Dahsyat dan Warisan Alam!

BACA JUGA:Menelusuri Sejarah Gunung Lawu: Gunung Sakral di Perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur!

Maka dari itu, kegiatan seperti mendaki atau menebang pohon di sekitarnya sering diawali dengan ritual untuk meminta izin kepada alam.

Di kawasan ini juga terdapat situs adat yang masih dipelihara hingga sekarang. Acara budaya seperti Festival Bukit Kelam kerap digelar setiap tahun sebagai wujud pelestarian tradisi.

Wisata Alam dan Upaya Konservasi

Saat ini, Bukit Kelam menjadi daya tarik utama bagi wisatawan lokal maupun luar daerah.

Jalur pendakiannya menantang, namun menawarkan panorama luar biasa dari puncaknya. Kawasan ini juga menjadi habitat bagi flora dan fauna langka seperti anggrek hitam dan burung endemik Kalimantan.

Upaya konservasi terus dilakukan untuk melindungi keanekaragaman hayati yang ada di sekitar bukit, seiring meningkatnya minat wisata dan ancaman dari eksploitasi alam.

Kategori :