Pemkot PGA

Menelusuri Sejarah Gunung Papandayan: Antara Letusan Dahsyat dan Warisan Alam!

Menelusuri Sejarah Gunung Papandayan: Antara Letusan Dahsyat dan Warisan Alam!

Menelusuri Sejarah Gunung Papandayan: Antara Letusan Dahsyat dan Warisan Alam!-net: foto-

PAGARALAMPOS.COM - Gunung Papandayan, yang terletak di Kabupaten Garut, Jawa Barat, merupakan salah satu gunung api paling terkenal di Indonesia.

Dengan ketinggian sekitar 2.665 meter di atas permukaan laut, gunung ini tidak hanya menawarkan pesona alam yang luar biasa, tetapi juga menyimpan catatan sejarah geologis dan budaya yang panjang.

Nama “Papandayan” sendiri diyakini berasal dari kata “panday” atau “pandai,” yang berarti pandai besi, karena bentuk kawahnya yang menyerupai tempat pandai besi sedang menempa logam.

Jejak Letusan Besar Tahun 1772

BACA JUGA:Menelusuri Sejarah Sungai Sadang: Nadi Kehidupan di Tanah Sulawesi!

Letusan ini mengakibatkan kehancuran lebih dari 40 desa dan menewaskan sekitar 3.000 orang.

Letusan tersebut tidak hanya meninggalkan dampak fisik yang nyata, tetapi juga mengguncang masyarakat secara psikologis dan spiritual.

Dalam laporan-laporan kolonial, Gunung Papandayan dianggap sebagai “gunung yang marah” dan menjadi simbol kekuatan alam yang tak bisa diprediksi.

Letusan ini juga menjadi perhatian banyak ahli geologi Eropa, termasuk Franz Wilhelm Junghuhn, seorang ilmuwan Belanda yang kemudian melakukan eksplorasi dan pencatatan rinci tentang gunung ini di abad ke-19.

BACA JUGA:Sungai Mahakam: Sejarah dan Peranannya dalam Kehidupan Masyarakat Kalimantan Timur!

Aktivitas Vulkanik yang Masih Berlangsung

Kawah-kawah seperti Kawah Mas, Kawah Baru, Kawah Nangklak, dan Kawah Manuk menunjukkan aktivitas vulkanik berupa semburan uap belerang yang terus-menerus.

Suara gemuruh dan aroma khas belerang menjadi pengingat bahwa gunung ini belum sepenuhnya tertidur.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) secara rutin memantau aktivitas Papandayan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait