PAGARALAMPOS.COM - Menara Baiturrahman merupakan bagian dari kompleks Masjid Raya Baiturrahman, ikon religius dan budaya di jantung Kota Banda Aceh, Provinsi Aceh.
Menara ini bukan hanya simbol kebesaran arsitektur Islam di ujung barat Indonesia, tetapi juga menjadi saksi bisu perjalanan panjang sejarah Aceh, mulai dari kejayaan Kesultanan Aceh hingga masa-masa kelam saat bencana tsunami melanda pada tahun 2004.
Akar Sejarah Masjid dan Menaranya
Masjid Raya Baiturrahman pertama kali dibangun pada masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda pada tahun 1612 Masehi.
Pada awalnya, masjid ini tidak memiliki menara seperti yang terlihat sekarang.
Saat renovasi besar-besaran dilakukan pada tahun 1990-an hingga awal 2000-an, beberapa menara tambahan dibangun di sisi-sisi masjid sebagai pelengkap estetika dan fungsionalitas arsitektur.
Arsitektur yang Penuh Makna
Desainnya menggabungkan unsur arsitektur Timur Tengah, India Mughal, dan sentuhan lokal Aceh. Warna dominan putih dan ornamen hitam di menara menyatu dengan gaya khas masjid yang elegan dan bersahaja.
Menara bukan hanya sebagai elemen arsitektur semata. Secara simbolis, menara melambangkan kebangkitan dan keagungan Islam.
Saksi Tragedi dan Kebangkitan
Salah satu peristiwa paling memilukan dalam sejarah Aceh terjadi pada 26 Desember 2004, saat gempa bumi berkekuatan 9.1 SR di Samudra Hindia memicu tsunami dahsyat yang melanda wilayah pesisir Aceh.
Banda Aceh menjadi salah satu kota yang paling parah terdampak. Ribuan nyawa melayang, dan sebagian besar infrastruktur kota hancur.