Menelusuri Sejarah Homo Erectus Soloensis: Jejak Manusia Purba dari Tanah Jawa!

Sabtu 12-04-2025,10:30 WIB
Reporter : Lia
Editor : Almi

PAGARALAMPOS.COM - Indonesia dikenal sebagai salah satu situs penting dalam penelitian manusia purba dunia.

Di antara temuan-temuan penting, nama Homo erectus soloensis menjadi sorotan utama karena memberikan petunjuk penting tentang kehidupan manusia awal di Nusantara.

Fosil ini tidak hanya menjadi bukti keberadaan manusia purba di masa lalu, tetapi juga membuka tabir evolusi manusia di Asia Tenggara, khususnya di wilayah aliran Sungai Bengawan Solo, Jawa Tengah.

Apa Itu Homo Erectus Soloensis?

Homo erectus soloensis merupakan subspesies dari Homo erectus yang ditemukan di wilayah Jawa, Indonesia, khususnya di sekitar lembah Sungai Bengawan Solo.

BACA JUGA: Sejarah Panjang dan Transformasi PT Pupuk Sriwidjaja: Perjalanan, Inovasi, dan Dedikasi pada Pertanian!

Nama “soloensis” sendiri diambil dari nama sungai tersebut.

Homo erectus sendiri secara harfiah berarti “manusia yang berdiri tegak”, dan merupakan salah satu jenis manusia purba yang paling dikenal dalam sejarah evolusi manusia.

Ciri khas Homo erectus soloensis terletak pada bentuk tengkoraknya yang lebih besar dibandingkan Homo erectus awal (seperti Pithecanthropus erectus), namun belum memiliki ciri-ciri modern seperti Homo sapiens.

Penemuan Fosil di Sepanjang Bengawan Solo

BACA JUGA:Sejarah Sepeda Onthel Bung Hatta: Simbol Kesederhanaan, Nasionalisme, dan Etika Kepemimpinan!

Penemuan Homo erectus soloensis berawal pada tahun 1930-an oleh sekelompok peneliti Belanda yang dipimpin oleh G.H.R. von Koenigswald.

Fosil-fosil tersebut ditemukan di beberapa lokasi penting di Jawa Tengah, seperti Ngandong, Sambungmacan, dan Sangiran—yang sekarang menjadi situs arkeologi terkenal dunia.

Fosil yang ditemukan kebanyakan berupa bagian tengkorak dan tulang paha.

Meski tidak ditemukan kerangka utuh, penemuan ini sudah cukup untuk memberikan gambaran tentang postur dan kapasitas otak Homo erectus soloensis.

Kategori :