Sejarah Monumen Mandala: Simbol Perjuangan Pembebasan Irian Barat!

Jumat 11-04-2025,17:30 WIB
Reporter : Lia
Editor : Almi

Untuk mengenang perjuangan besar tersebut, dibangunlah Monumen Mandala Pembebasan Irian Barat. 

Monumen Mandala didirikan di Jalan Jenderal Sudirman, Makassar, di atas lahan seluas sekitar 1.2 hektare.

Bangunan ini tidak hanya sebagai simbol sejarah, tetapi juga sebagai tempat edukasi sejarah dan wisata budaya yang kini banyak dikunjungi masyarakat.

Arsitektur dan Simbolisme

BACA JUGA:Menyingkap Pesona Tersembunyi Cimahi: 5 Destinasi Wisata yang Sarat Nilai Sejarah dan Keindahan Alam

Monumen Mandala memiliki arsitektur yang mencolok dan penuh makna. Bangunan utamanya berbentuk menara setinggi 75 meter, yang melambangkan semangat kemerdekaan Indonesia tahun 1945.

Di dalam monumen, terdapat berbagai ruang pameran yang menampilkan dokumentasi sejarah, foto-foto perjuangan, peralatan militer, serta patung-patung pahlawan nasional.

Salah satu bagian penting dari monumen ini adalah diorama yang menggambarkan perjalanan panjang perjuangan pembebasan Irian Barat, mulai dari proses diplomasi, perencanaan militer, hingga pengibaran bendera Merah Putih di tanah Papua.

Selain itu, terdapat juga prasasti yang berisi nama-nama tokoh penting dan prajurit yang terlibat dalam perjuangan.

BACA JUGA:Menjelajah Hutan Mamberamo: Sejarah Permata Hijau Tersembunyi di Jantung Papua!

Fungsi Monumen Mandala Saat Ini

Selain sebagai tempat mengenang sejarah, Monumen Mandala kini juga berfungsi sebagai destinasi wisata edukasi.

Banyak pelajar, peneliti, dan wisatawan yang datang untuk belajar tentang sejarah pembebasan Irian Barat dan melihat langsung benda-benda bersejarah yang dipajang.

Makna dan Nilai Patriotisme

BACA JUGA:Menyikapi Sejarah Radio RRI Yogyakarta: Suara Perjuangan dari Tanah Mataram!

Monumen Mandala bukan hanya sekadar bangunan beton yang menjulang tinggi. Ia adalah simbol perjuangan, semangat patriotisme, dan keteguhan bangsa Indonesia dalam mempertahankan keutuhan wilayah.

Kategori :