BACA JUGA:Misteri Manik Angkeran: Legenda Sakral di Balik Berdirinya Pura Besakih
Salah satu media penulisan tradisional yang masih dilestarikan adalah lontar, yaitu manuskrip yang ditulis di atas daun lontar kering.
Hingga kini, tradisi penulisan di lontar tetap dijaga sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya Bali.
Sastra Bali: Cerminan Nilai dan Kearifan Lokal
Sastra Bali memiliki peran sentral dalam kehidupan masyarakat, mencakup berbagai bentuk karya seperti puisi, prosa, dan pertunjukan drama tradisional.
BACA JUGA:Rahasia di Balik Ketupat Lebaran, Ini Makna Tersembunyi Ketupat dalam Perayaan Idulfitri!
Banyak karya sastra terinspirasi oleh epos Hindu seperti Ramayana dan Mahabharata, tetapi telah diadaptasi sesuai dengan nilai-nilai budaya lokal.
Beberapa bentuk sastra Bali yang terkenal mencakup:
- Kidung – syair yang dinyanyikan dalam berbagai upacara adat dan keagamaan.
- Kekawin – puisi klasik yang mengangkat tema kehidupan, cinta, dan filsafat.
- Satua – cerita rakyat Bali yang berfungsi sebagai sarana pendidikan moral bagi anak-anak.
BACA JUGA:Mengapa Kamera Analog Kembali Populer? Ini 7 Pilihan Terbaiknya
Contoh cerita rakyat yang masih populer di kalangan masyarakat Bali adalah "Pan Balang Tamak" dan "I Belog", yang menyampaikan pesan moral tentang kejujuran, kerja keras, dan keberanian menghadapi tantangan.
Sastra dalam Ritual Keagamaan
Sastra Bali juga memiliki peran penting dalam ritual keagamaan.
Banyak teks sastra yang digunakan dalam upacara keagamaan, termasuk mantra, doa, dan naskah suci, yang dibacakan dalam berbagai prosesi keagamaan.