Lonceng gereja bukan hanya benda mati. Dalam tradisi Katolik, lonceng sering diberkati secara khusus sebelum digunakan.
Ia dianggap sebagai "suara Tuhan" yang memanggil umat menuju doa dan perenungan. Dalam konteks Katedral Jakarta, lonceng menjadi simbol kekokohan iman umat Katolik di tengah perubahan zaman.
Di sisi lain, lonceng juga memiliki nilai budaya. Ia menjadi bagian dari warisan sejarah kota Jakarta dan kerap menarik perhatian wisatawan maupun peneliti sejarah yang tertarik pada arsitektur dan peninggalan masa kolonial.
Lonceng Gereja Katedral Jakarta bukan hanya penanda waktu, tetapi juga simbol sejarah panjang, spiritualitas, dan kebudayaan yang menyatu dalam satu harmoni.
BACA JUGA:Sejarah Pantai Ujung Genteng: Perpaduan Keindahan Alam dan Jejak Sejarah di Selatan Sukabumi!
a telah melewati masa kolonial, kemerdekaan, hingga era modern, tetap berdenting sebagai pengingat akan pentingnya keberagaman, toleransi, dan keteguhan iman.
Sebagai bagian dari warisan nasional, lonceng ini layak dikenang dan dilestarikan bukan hanya oleh umat Katolik, tetapi juga oleh seluruh masyarakat Indonesia yang menghargai nilai-nilai sejarah dan budaya bangsa.