BACA JUGA:Menelusuri Sejarah Monumen Jembatan Ampera: Ikon Kebanggaan Kota Palembang!
Dari atas, bentuk benteng menyerupai huruf kura-kura (tortoise-shaped) dengan parit dan tembok tinggi yang melindunginya.
Bangunan utama berada di tengah-tengah dan dikelilingi oleh dinding batu yang sangat tebal. Di sekelilingnya terdapat barak tentara, gudang senjata, ruang tahanan, dan kantor administrasi.
Arsitekturnya menggabungkan gaya Eropa klasik dengan elemen fungsional pertahanan militer.
Pintu utama benteng dilengkapi jembatan dan gerbang besar, serta meriam-meriam peninggalan masa kolonial yang hingga kini masih berdiri sebagai monumen sejarah.
BACA JUGA:Sejarah Tugu Belido Palembang: Simbol Budaya dan Identitas Kota Pempek!
Fungsi Strategis di Masa Kolonial
Benteng ini berfungsi sebagai pusat pemerintahan, militer, dan perdagangan Inggris di wilayah barat Sumatra.
Selain sebagai tempat tinggal dan pertahanan pasukan Inggris, benteng juga menjadi pusat pengelolaan ekspor lada dari Bengkulu ke Eropa.
Meski dibangun untuk mempertahankan diri dari ancaman luar, Benteng Marlborough juga pernah diserang dan diduduki.
BACA JUGA:Sejarah Tugu Belido Palembang: Simbol Budaya dan Identitas Kota Pempek!
Pada tahun 1760, pasukan Perancis sempat merebut benteng ini selama Perang Tujuh Tahun. Namun tak lama kemudian, Inggris kembali menguasainya.
Selama abad ke-18 hingga awal abad ke-19, benteng ini menjadi simbol kekuasaan Inggris di wilayah tersebut. Namun posisi Inggris di Bengkulu mulai goyah seiring meningkatnya kekuatan Belanda di Nusantara.
Penyerahan ke Belanda
Pada tahun 1824, Inggris dan Belanda menandatangani Perjanjian London (Anglo-Dutch Treaty).
BACA JUGA:Sejarah Masjid Agung Keraton Yogyakarta: Simbol Keislaman dan Kebudayaan Jawa!