Dalam perjanjian ini, Inggris menyerahkan Bengkulu kepada Belanda, dan sebagai gantinya, Belanda melepaskan kepemilikan atas Singapura dan Melaka.
Sejak saat itu, Benteng Marlborough resmi dikuasai oleh Belanda dan digunakan sebagai pos militer serta administrasi kolonial.
Selama pendudukan Belanda, benteng mengalami beberapa renovasi namun tidak mengubah bentuk aslinya secara signifikan. Benteng tetap berdiri kokoh hingga Indonesia merdeka pada tahun 1945.
Benteng Marlborough di Masa Kini
BACA JUGA:Sejarah Serat Centhini: Karya Sastra Jawa yang Penuh Nilai Budaya dan Filosofi!
Setelah Indonesia merdeka, Benteng Marlborough menjadi salah satu situs bersejarah yang dilestarikan pemerintah.
Saat ini, benteng dikelola oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya dan terbuka untuk umum sebagai destinasi wisata sejarah.
Pengunjung dapat menjelajahi setiap sudut benteng, melihat ruang tahanan tua, meriam besar, lorong bawah tanah, dan bangunan utama yang kini difungsikan sebagai museum mini.
Informasi sejarah tentang masa kolonial Inggris dan kehidupan di dalam benteng disajikan melalui panel informasi dan pameran artefak.
BACA JUGA:Mengisahkan Sejarah Angklung: Warisan Budaya Nusantara yang Mendunia!
Selain nilai sejarahnya, lokasi benteng yang menghadap langsung ke laut juga menjadi daya tarik tersendiri. Banyak pengunjung datang untuk menikmati pemandangan matahari terbenam dari atas benteng yang memukau.