Selain itu, mereka memiliki beberapa kebiasaan khas, di antaranya:
Pelafalan huruf "F" menjadi "P"
Orang Sunda secara turun-temurun mengganti pengucapan huruf "F" dengan "P", karena dalam aksara Sunda kuno tidak terdapat huruf "F".
Menyukai Lalapan
Makanan khas Sunda sering kali dilengkapi dengan lalapan dan sambal. Kebiasaan ini sudah menjadi bagian dari tradisi kuliner mereka.
BACA JUGA:Sejarah Gua Diah: Mengungkap Jejak Prasejarah di Pedalaman Nusantara!
BACA JUGA:Sejarah Gua Tewet: Mengungkap Warisan Seni Cadas Prasejarah di Kalimantan Timur!
Menggunakan Bahasa Sunda
Bahasa Sunda masih digunakan secara luas di Jawa Barat dan Banten, meskipun memiliki beberapa dialek berbeda, seperti:
Sunda Banten – digunakan di wilayah Banten
Sunda Utara – umum di Bogor dan daerah pesisir utara
Sunda Selatan – digunakan di daerah Priangan seperti Bandung, Sumedang, dan Garut
Sunda Timur – dipakai di Cirebon dan Kuningan
Sunda Tenggara – banyak digunakan di Ciamis, Banjar, dan beberapa daerah di Jawa Tengah
BACA JUGA:Sejarah Gua Harimau: Jejak Peradaban Purba dan Kehidupan Manusia Prasejarah di Sumatera Selatan!
BACA JUGA:Sejarah Museum Manusia Purba Sangiran: Menyingkap Jejak Awal Peradaban di Nusantara!