Mengungkap Sejarah Makam Nabi Muhammad: Lokasi, Perubahan, dan Keistimewaannya

Sabtu 05-04-2025,14:54 WIB
Reporter : Elis
Editor : Almi

Setiap tahunnya, jutaan jamaah haji dan umrah datang ke Madinah untuk berziarah ke makam Rasulullah.

Mereka mengucapkan salam dan doa sebagai bentuk penghormatan kepada beliau, sebagaimana dianjurkan dalam hadis sahih.

Keutamaan Berdoa di Dekat Makam

Rasulullah SAW bersabda:

"Barang siapa yang mengucapkan salam kepadaku, maka Allah akan mengembalikan ruhku hingga aku menjawab salamnya." (HR. Abu Dawud).

Bagian dari Raudhah, Taman Surga

Area di dekat makam Nabi yang disebut Raudhah diyakini sebagai taman dari taman-taman surga, sebagaimana sabda Rasulullah:

BACA JUGA:Menelusuri Sejarah Misteri Lubang Buaya: Antara Fakta, Mitos, dan Kontroversi!

BACA JUGA:Sejarah Misteri Kota Bawah Laut di Danau Toba: Legenda yang Menghanyutkan Imajinasi!

"Di antara rumahku dan mimbarku terdapat taman dari taman-taman surga." (HR. Bukhari & Muslim).

Adab Berziarah ke Makam Nabi Muhammad

Mengucapkan Salam dengan Hormat

Jamaah dianjurkan mengucapkan salam kepada Rasulullah dengan suara pelan dan penuh penghormatan.

BACA JUGA:Menelusuri Sejarah Gunung Api Mahengetang: Keajaiban Vulkanik di Bawah Laut!

BACA JUGA:Sejarah Pulau Dana: Dari Kepercayaan Leluhur Hingga Isu Kedaulatan dan Potensi Ekowisata di Selatan Indonesia

Tidak Berlebihan dalam Ziarah

Kategori :