Luas keliling desa ini kurang lebih 3.000 meter persegi, dan terbagi menjadi dua bagian wilayah utama: daerah dataran yg berada di pantai dan daerah perairan di bahari.
Perubahan administratif terjadi di tahun 2005, memisahkan desa sebagai Desa Torosiaje Jaya di dataran dan Desa Torosiaje di perairan.
Wilayah ini juga dibagi menjadi dua dusun, yaitu Dusun Mutiara dan Dusun bahari Jaya, yang dibatasi sang jembatan menjadi pintu masuk serta keluar.
Asal perspektif geografis, desa ini terletak di sebuah tanjung pada Provinsi Gorontalo, dilingkupi oleh dua sungai, Sungai Popayato dan Sungai Dudeulo.
BACA JUGA:Kisah Sejarah Kota Surakarta Era Mataram Kuno, Hingga Sejarah Surakarta Setelah RI Merdeka!
Lokasi ini juga berdekatan menggunakan dua pulau, Pulau Iloluta dan Pulau Ilosangi. Mata pencaharian primer rakyat desa ini adalah nelayan, ditambah beberapa yang bekerja menjadi Produsen bahtera serta tukang bangunan.
Perahu ialah indera transportasi primer bagi 441 kepala famili yang tinggal pada sini. pada tahun 2007, desa ini secara resmi dicanangkan sebagai Desa Wisata laut oleh pemda.
Hal ini dilakukan buat mengakui estetika alam desa yg memang memikat serta potensial akbar buat menarik kunjungan wisatawan.
Ada beberapa hal yang bisa dihasilkan oleh wisatawan Bila berkunjung dan berwisata ke Desa Torosiaje. Dijamin, hal-hal ini tidak akan ditemukan di kawasan lain.
BACA JUGA:Memahami Lebih Dalam Sejarah Masjid Kuno Bayan: Memiliki Arsitektur Unik dan Filosofi!
1. Naik bahtera
Wisatawan yg tiba berkunjung ke Desa Torosiaje akan disambut pemandangan awal yg menarik dengan hamparan bakau hijau.
Pengalaman unik jua segera menyapa pengunjung ketika menaiki bahtera yg tidak mempunyai kayu penyeimbang di ke 2 sisi. Pengalaman ini memberikan sensasi tidak sama ketika menelusuri perairan desa.
2. Suasana Sunrise di Laut
BACA JUGA:Mengenal Lebih Dekat Sejarah Suku Jawa: yang Terkenal Akan Tata Karma dan Lemah Lembut!
Saat surya terbit, sinarnya yg menerobos bukit menambah pesona pagi pada desa. Kehidupan desa mulai berdenyut menggunakan suara mesin perahu yg mengisi keheningan pagi, mengindikasikan aktivitas harian sudah dimulai.